Berdasarkan uji coba di Jawa Barat, aplikasi ini sudah berhasil diterapkan dengan tingkat keberhasilan 83 persen, meski masih ada kendala di beberapa wilayah di Purwakarta seperti Campaka dan Babakancikao.
"Tujuan Siwaslih adalah untuk merekam data otentik di C1 plano, yang nanti bisa menjadi bukti jika terjadi Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya masih ada kekeliruan dari PTPS terkait data yang diunggah, sehingga mereka perlu terus dilatih agar tidak mengulangi kesalahan,” tutupnya.