BACA JUGA:Pasang Badan Erick Thohir Usai Timnas Dicukur Jepang, Bela Shin Tae-yong?
Akhirnya, Presiden Jancukers itu menyuruh seorang Waranangga untuk berdiri dan bertepuk tangan sebagai bentuk kemenangan. Cahaya merah dan biru yang sejak awal muncul, akhirnya hilang.
Pada penutup pementasan, Sujiwo Tejo menuturkan bahwa masyarakat tetap harus berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Beliau mengingatkan supaya bukan hanya selalu memikirkan hal-hal yang besar, melainkan juga tentang hal-hal kecil.
"Untuk para pemimpin baik Bupati, Walikota, Gubernur maupun Presiden, hati-hati. Orang Jawa itu memiliki sebutan yang komplit perkara jatuh. Ana tiba Nyungsep, Nggeblak, Ndeprok, Kejrungup, Nggledak, Ngguling, Gulung-gulung, Kesrimpet, Kegubet lan sapanunggalane (dan lain sebagainya, red)," ungkapnya.