AHY Prediksi Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Tempuh Hanya 3 Jam, Jadi Game Changer Pembangunan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan pers terkait mudik lebaran 2026.-Anisha-
JAKARTA, DISWAY.ID— Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemerintah terus mengembangkan jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya. Ia memprediksi perjalanan hanya membutuhkan waktu 3 jam.
"Bisa dibayangkan kecepatan 350 km/jam, kalau jaraknya 600 km sampai dengan 800 km itu akan terasa betul kecepatannya, benefit-nya akan lebih dirasakan dibandingkan dengan jarak atau track yang lebih pendek," kata AHY di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu (11/3/2026).
Menurut AHY, pada jarak pendek kereta cepat harus segera melambat untuk persiapan berhenti di stasiun berikutnya, sehingga manfaat kecepatan maksimal kurang optimal. Karena itu, perpanjangan Whoosh ke Surabaya dinilai sebagai game changer dalam pembangunan.
BACA JUGA:Kemenag Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Target 42.000 Peserta Mulai April 2026
BACA JUGA:PN Tolak Gugatan Praperadilan Gus Yaqut, KPK Klaim Sudah Sesuai Hukum
“Ini bisa mengubah peta pembangunan sekaligus menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur tersebut,” kata AHY.
AHY menekankan bahwa sebelum memperpanjang jalur ke Surabaya, bahkan hingga Banyuwangi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan fokus menyelesaikan persoalan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) terlebih dahulu.
"Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik setelah itu kita kembangkan berikutnya," jelas AHY.
Dengan penyelesaian utang KCJB, pemerintah diharapkan dapat melanjutkan proyek kereta cepat secara lebih terukur dan berkelanjutan, sekaligus memaksimalkan manfaat bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: