“Judol sering kali menggoda kita dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, realitasnya, judi lebih sering menjadi jalan menuju kerugian finansial," ujar Syofian.
BACA JUGA:Transaksi Judol di E-Wallet dan Rekening Bank Dipantau Komdigi, Meutya Hafid: Ketahuan Kami Blokir!
Dalam hal ini, Syofian menjelaskan fakta penting yang perlu disadari adalah bahwa judol dirancang agar pemain lebih banyak kalah daripada menang.
"Dalam praktiknya, kekalahan terus-menerus menjerat pemain hingga terjebak dalam lingkaran utang,” tambah Syofian.