Penyebab 5 Gudang di Dadap Tangerang Terbakar, Berawal dari Percikan Api Gudang Mainan

Jumat 31-01-2025,20:43 WIB
Reporter : Candra Pratama
Editor : Fandi Permana

TANGERANG, DISWAY.ID -- Kabid BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara mengatakan, terdapat 5 gudang yang terbakar di Pergudangan Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Kebakaran itu, diduga bermula dari percikan api di gudang mainan anak dari plastik. Kemudian merembet ke gudang lainnya.

BACA JUGA:Petugas Berjibaku hingga Malam Hari untuk Padamkan Api di Pergudangan Dadap Tangerang

BACA JUGA:Angkasa Pura Pastikan Kebakaran di Pergudangan Dadap Tak Ganggu Aktivitas Penerbangan Bandara Soetta

"Ada lima gudang yang kebakaran. Dari percikan api di gudang mainan plastik kemudian merembet ke gudang lainnya," ujarnya, Jumat, 31 Januari 2025.

Agun memyampaikan, selain itu api cepat merembet ke gudang lainnya karena terdapat produksi kimia yang memicu api cepat membesar.

Pihaknya pun telah menerjunkan 6 unit kendaraan pemadam kebakaran beserta puluhan personel ke lokasi kebakaran.

"Ada gudang kimia yang memicu ledakan lebih besar. Kami juga dibantu 2 unit kendaraan kebakaran dari Kota Tangerang beserta puluhan personel untuk memadamkan gudang ini," urainya.

BACA JUGA:Call Center Pemadam Kebakaran di Jakarta Terbaru, Siaga dan Tanggap Kondisi Darurat!

BACA JUGA:Duarrr! Kebakaran Melanda Kawasan Pergudangan Dadap dekat PIK 2, Api Berkobar Hebat

Sebelumnya, berdasarkan video yang diterima, api berkobar hebat dan asap hitam membumbung tinggi. Sementara warga yang ada di lokasi terlihat panik dan berhamburan.

"Bukan di PIK 2 (kebakarannya), tapi di pergudangan Dadap, yang terbakar bukan di area PIK," ujar Call Centre Damkar ketika dihubungi awak media, Jumat.

Petugas damkar yang sudah meluncur ke lokasi sebanyak 5 unit, dengan 20 personel untuk berusaha memadamkan si jago merah.

"Untuk sekarang yang sudah diluncurkan 5 unit dengan 20 personel," tuturnya.

Sementara ini, api masih menyala. Dan petugas di lapangan sedang berusaha memadamkan api. Untuk korban jiwa dan kerugian sampai saat ini belum diketahui.

Kategori :