Namun, setelah beberapa penampilan yang menjanjikan, Jadon Sancho, seperti banyak rekan setimnya, sedang mengalami kemerosotan performa dan tidak efektif dalam beberapa pertandingan terakhir.
Jadon Sancho Menipu Chelsea
Jadon Sancho awalnya memberi kesan baik dengan beberapa pertandingan cemerlang Chelsea, tetapi seiring berjalannya waktu, ia menjadi semakin tidak dikenal.
Di bawah asuhan Enzo Maresca, Chelsea menerapkan gaya permainan berdasarkan tekanan tinggi, penempatan terstruktur, dan transisi cepat.
Secara teori, ini adalah sistem yang dapat mengeluarkan kualitas terbaik Sancho: menggiring bola dengan terampil, umpan yang kreatif, dan pemikiran menyerang yang fleksibel.
Namun kenyataan di lapangan tidak seperti yang diharapkan.
BACA JUGA:Harga Xavi Simons Sangat Mahal, Manchester United Bertarung Lawan Liverpool dan Manchester City
BACA JUGA:Nasib Ngenes Manchester United Keok dari Tottenham Hotspur, Ruben Amorim: Musim Terakhir Setan Merah
Jadon Sancho sering kali terisolasi di sayap kiri, terpaksa menghadapi bek lawan dalam situasi satu lawan satu, sementara bek sayap seperti Marc Cucurella tidak mampu memberikan dukungan yang efektif. Kurangnya koordinasi ini mencegah Sancho bermain sesuai kelebihan bawaannya.
Masalah besar lainnya adalah Chelsea tidak memiliki penyerang tengah yang tajam untuk memanfaatkan umpan kreatif Jadon Sancho.
Nicolas Jackson, meski mengalami kemajuan, masih belum termasuk tipe penyerang yang mampu mempertahankan performa mencetak gol secara konsisten.
Berkali-kali Jadon Sancho menciptakan peluang tetapi tidak ada rekan setimnya yang berhasil menyelesaikannya dengan sukses, membuat kontribusinya memudar di mata penggemar.
Selain itu, kebijakan rotasi Maresca yang konstan juga sangat memengaruhi kinerja Jadon Sancho.
BACA JUGA:Pep Guardiola Belum Menyerah, Manchester City Terus Kejar Bintang Rp 1,7 Triliun Pegganti De Bruyne