
"Aku menulis dengan hati yang resah, tentang mimpi yang menjulang megah
Tentang langkah yang ingin melaju, namun terhenti di batas waktu
Di dadaku nyala tak padam, cita-cita yang kugenggam erat dalam
Aku ingin terbang menuntut ilmu membawa pulang cahaya untuk Bangsaku
Namun, dinding itu terlalu tinggi, biaya dan batasan mengunci diri
Maka kupanjatkan doa dan tinta pada negeri yang kucinta
Dengarlah suara anak negeri yang ingin berjuang tak ingin lari
Kami butuh pijakan, bukan belas kasih
Hanya satu pintu, sebuah kunci
Beasiswa bukan sekedar angka
Bukan hanya lembaran tanpa makna
Ia adalah harapan yang menjelma nyata
Bagi kami yang tak ingin menyerah begitu saja
Maka wahai pemilik kuasa, buka lah jalan untuk kami melangkah
Karena di balik satu harapan yang kau jaga terbit masa depan Indonesia yang lebih jaya," seru Meita di depan Gedung Kemendiktisaintek.