Dompet Dhuafa Bangun Sumur Bersama Samudera Peduli, Atasi Kekeringan di Cirebon

Rabu 05-03-2025,15:52 WIB
Reporter : M. Ichsan
Editor : M. Ichsan

Rifah menjelaskan bahwa pihaknya menetapkan harga untuk air bersih. 

Sebab pengelolaan air membutuhkan biaya listrik, tenaga ahli dan biaya perawatan pompa. 

Ia menyerap tenaga kerja dari penduduk asli Guwa Kidul. Pihaknya pun membayar upah pekerja sesuai surplus yang didapat. 

Tentu ini membuat wakaf aset Sumur Air dari Samudera Peduli dan Dompet Dhuafa bersifat produktif dan memberdayakan warga sekitar.

BACA JUGA:Sambut Ramadan 1446 H, Dompet Dhuafa Gelar Festival Semesta Ramadan: Berzakat Kerennya Gak Ada Obat

BACA JUGA:Audiensi dengan PERSIB, Dompet Dhuafa Ajak Kolaborasi Kebaikan

“Semula 340 SR, sekarang jadi 350 SR. Kami menetapkan harga yang berjenjang atau subsidi silang. 

"Kita menyesuaikan kondisi ekonominya. Dengan harga 10 liter pertama seharga 3 ribu, kemudian ada 4 ribu berikutnya 5 ribu. 

"Untuk pesantren dan sekolah kami menetapkan di harga 4 ribu. 

"Terkadang ada masyarakat yang menurun daya ekonominya, biasanya kami berikan keringanan untuk membayar di waktu yang lain,” jelas Rifah.

Abdul Muhaimin Mas’ud selaku pengelola pondok pesantren Al-Fatimah Guwa Kidul sekaligus penerima manfaat menyampaikan, 

Sebelumnya ia tak dapat mengandalkan sepenuhnya pompa air milik KKM Sumber Toya. Sebab pompa tersebut hanya mengeluarkan sedikit air. 

BACA JUGA:Melalui Bakti Nusa Dompet Dhuafa, Koko Berhasil Mengubah Taraf Kehidupannya

BACA JUGA:Bertani Melon Hidroponik, Tingkatkan Ekonomi Pertanian Dipelopori Dompet Dhuafa Bersama ROIS OJK

Hal ini membuat pihaknya membeli air dari tempat lain dengan harga yang sangat mahal.

“Suka ada yang jual air per tangki. Harganya 150 ribu (per tangki). Di sini ada 50 santri dan menghabiskan 6 tangki dalam seminggu. 

Kategori :