Revitalisasi 72 Sekolah di Pidie Jaya Capai Rp86,7 M, Ini Kata Mendikdasmen Abdul Mu`ti
Salah satu contoh sekolah yang sudah direvitalisasi di Kabupaten Pidie Jaya -ist-
PIDIE JAYA, DISWAY.ID— Pemerintah terus mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meninjau langsung realisasi program revitalisasi sekolah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan proses rekonstruksi sarana pendidikan berjalan cepat sehingga siswa dapat kembali belajar di lingkungan yang aman dan layak.
BACA JUGA:DPR Dukung Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Cegah Risiko Cyberbullying dan Kecanduan
“Ini bagian dari upaya kami agar rekonstruksi, khususnya sarana pendidikan di Aceh, dapat terselesaikan lebih cepat,” ujar Abdul Mu'ti di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (10/3/2026).
Abdul Mu'ti mengungkapkan, pada 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memprioritaskan revitalisasi satuan pendidikan dalam tiga kategori utama, yakni sekolah terdampak bencana, sekolah dengan kerusakan berat, serta sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Secara nasional, program ini dialokasikan sebesar Rp14 triliun untuk sekitar 11 ribu satuan pendidikan di berbagai daerah.
Khusus di Kabupaten Pidie Jaya, tercatat 72 sekolah terdampak bencana telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program revitalisasi tahun 2026 dengan total nilai Rp86,7 miliar.
Dari jumlah tersebut, 62 sekolah dikerjakan melalui mekanisme swakelola, sedangkan 10 sekolah lainnya dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Sejumlah sekolah yang telah menandatangani PKS bahkan sudah memulai tahap pekerjaan awal. Pemerintah berharap proses pembangunan dapat diselesaikan secepatnya sehingga fasilitas tersebut dapat digunakan pada tahun ajaran baru.
BACA JUGA:267 Sekolah Rusak Bencana di Sumatera Dibangun Ulang, Ini Target Pemerintah
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 8 Meureudu Martini mengungkapkan, sekolahnya sempat terendam banjir hingga 1,5 meter sehingga ruang kelas dan perabotan rusak.
Pada 2026, sekolah tersebut menerima bantuan rehabilitasi 12 ruang kelas dengan peninggian bangunan untuk mengantisipasi banjir di masa depan.
Di lokasi yang sama, Kepala SMA Negeri 2 Meureudu Muhammadiah menyebut sekolahnya mengalami kerusakan berat karena tertimbun tanah akibat banjir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: