Darmaningtyas juga menyinggung soal waktu pelaksanaan penjurusan.
Menurutnya, waktu ideal bisa dimulai pada semester kedua kelas X, setelah siswa mengenal seluruh mata pelajaran SMA.
Alternatif lain adalah saat naik ke kelas XI, dengan catatan ada bimbingan intensif dari guru, wali kelas, dan orang tua.
Namun, ia mengingatkan bahwa di tahun pertama siswa bisa terbebani jika harus mempelajari terlalu banyak mata pelajaran, sehingga proses pendampingan menjadi krusial.
BACA JUGA:Peluang Masuk UIN Jakarta lewat Jalur UM-PTKIN Terbuka Lebar, Cek Daftar Jurusan dan Syaratnya
Melihat berbagai pertimbangan, Darmaningtyas menilai bahwa menghidupkan kembali penjurusan adalah langkah yang realistis, terutama di tengah tantangan pendidikan saat ini—termasuk kekurangan guru ASN, regulasi beban mengajar, serta keterbatasan sarana dan prasarana.
"Kembali ke penjurusan bukanlah dosa. Apalagi peminatan selama ini masih dalam taraf uji coba, dan faktanya belum berjalan efektif di lapangan," tegasnya.