Perjuangan Kartini bukan hanya tentang akses pendidikan, tapi juga tentang pembebasan batin, keberanian berpikir, dan hak untuk menentukan jalan hidup sendiri.
Menjadi perempuan adalah kekuatan, bukan keterbatasan. Dan warisan perjuangan Kartini tak akan berarti jika kita hanya mengenangnya dalam upacara seremonial.
Ia harus hidup dalam tindakan nyata: mengangkat sesama perempuan, menciptakan ruang aman, menolak kekerasan berbasis gender, dan memastikan tak ada lagi yang dipinggirkan hanya karena identitasnya.
Selamat Hari Kartini.
Teruslah melangkah para perempuan terhebat!