7 Karakter Perempuan Hebat Dibalut Lewat Kebaya Modern, Perpaduan Budaya Betawi Hingga Papua
fashion show yang memadukan kebaya modern dengan kekayaan budaya Indonesia.--Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Perayaan Hari Kartini 2025 hadir dengan cara yang berbeda, yaitu lewat sebuah kolaborasi lintas generasi dan budaya bertajuk "Perempuan Berkarya: Lintas Generasi dan Budaya."
Acara ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah ajakan untuk membangkitkan semangat perjuangan perempuan Indonesia melalui karya nyata dan kolaborasi antargenerasi.
Diadakan di Warung Turki, Jakarta, acara ini mempertemukan perempuan-perempuan luar biasa dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas perkawinan campur Srikandi, sociopreneur muda, desainer, pelajar, hingga pelaku usaha kreatif.
Salah satu sorotan utama adalah fashion show yang memadukan kebaya modern dengan kekayaan budaya Indonesia.
BACA JUGA:Dalam Rangka Hari Kartini, KAI Daop 1 Lakukan Skrinning Kanker Payudara bagi Para Pekerja Wanita
Diprakarsai oleh tokoh-tokoh perempuan inspiratif seperti Maya Miranda Ambarsari, Yanti Subianto, dan Liesna Subianto, acara ini bertujuan untuk mendorong kreativitas dan solidaritas antarperempuan.
Maya Miranda Ambarsari, yang juga seorang womenpreneur dan sociopreneur, menekankan pentingnya sinergi lintas generasi dan latar belakang dalam menciptakan inovasi dan dampak sosial.
“Saya percaya ketika perempuan dari berbagai generasi dan latar belakang bersatu, akan lahir inovasi, kreativitas, dan dampak sosial yang luar biasa,” ungkap Maya dalam acara tersebut.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah kolaborasi antara desainer kebaya, Liesna Subianto, dengan ilustrator muda, Nadira Parsa Manthovani, dalam menampilkan tujuh karakter perempuan Indonesia.
Setiap karakter tersebut melambangkan keberagaman budaya Indonesia, mulai dari Betawi, Jawa, Bali, Sumatera Barat, Dayak, Tionghoa, hingga Papua.
Cahaya Manthovani yang juga Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa menekankan bahwa kreativitas adalah kekuatan untuk peduli dan berkontribusi.
Dia mendorong generasi muda untuk melihat karya sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang dapat membawa perubahan positif bagi bangsa.
"Kartini-kartini muda, ayo kita lebih berani lagi untuk menunjukkan kreativitas kita. Kita juga harus bangga dengan budaya kita sendiri, punya pride tersendiri, sehingga otomatis budaya kita juga ikut terpromosikan. Terus berkarya, terus upgrade diri sendiri," tutur Cahaya yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif PT Bumi Serang Asri.
BACA JUGA:Kartini Muda Harus Tetap Cantik dan Safety di Jalan, Wahana Honda Beri Pelatihan
Kebaya Modern, Interpretasi Segar dari Kebudayaan Indonesia
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: