Hari Kartini 2025 dan Warisan Perjuangan: Perempuan Bukan Lagi Sekadar Dapur, Sumur, Kasur

Senin 21-04-2025,06:52 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Ia ingin kaum perempuan pribumi—yang selama ini hanya dikurung di ranah domestik—mampu mengembangkan diri melalui pendidikan.

Namun, langkah besarnya kembali terhambat ketika pada usia 24 tahun, ia harus menerima pinangan Bupati Rembang, yang telah memiliki dua istri dan tujuh anak.

Meski tak menginginkan pernikahan itu, Kartini memilih berkompromi.

Di Rembang, ia tetap menjalankan cita-citanya dengan mendidik anak-anak tirinya.

Tapi pergolakan batin tetap tak terbendung—Kartini menolak institusi pernikahan feodal yang mengekang perempuan, terutama dalam praktik poligami yang merampas pilihan dan kebebasan.

Pada 13 September 1904, Kartini melahirkan anak pertamanya, R.M. Soesalit.

Namun empat hari kemudian, tepat pada 17 September 1904, Kartini wafat.

Ia pergi muda, tapi warisan pemikirannya abadi.

Kumpulan suratnya diterbitkan dalam buku Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang), yang hingga kini menjadi simbol pencerahan perempuan Indonesia.

BACA JUGA:15 Contoh Tema Hari Kartini 2025 untuk Sekolah yang Menarik, Penuh Semangat dan Inspiratif

Kartini Masa Kini

Semangat Kartini juga diteladani oleh wanita masa kini. 

Dikutip dari akun Instagram resmi Youth Forum Papua pada tahun 2020, pada Hari Kartini 2025, pertanyaannya bukan lagi "siapa Kartini", tapi "bagaimana kita meneruskan semangatnya?"

Perempuan Indonesia hari ini sudah menembus batas-batas yang dulu dianggap mustahil. Mereka menjadi pemimpin, pendidik, ilmuwan, pekerja lapangan, hingga pembuat kebijakan. Namun masih ada ruang yang harus terus diperjuangkan—baik di keluarga, lingkungan sosial, maupun dalam struktur negara.

BACA JUGA:Diskon 30 Persen Promo Kartini Untuk Perempuan Indonesia, Booking Servis di Wanda Bebas Antri

Bukan Dapur, Sumur, Kasur

Perempuan bukan lagi makhluk yang diposisikan sekadar mengurus dapur, sumur, dan kasur.

Mereka adalah agen perubahan, pemilik potensi, dan penentu masa depan.

Kategori :