Omah Joglo Nusantara juga dilengkapi fasilitas ruang ber-AC berkapasitas 250 orang, taman bermain anak, dan area terbuka untuk kegiatan keluarga maupun komunitas. Tempat ini juga cocok untuk acara halal bihalal dan pertemuan warga
Investor utama, Dr. (C) Ali Badarudin, menyampaikan bahwa bangunan joglo merupakan hasil aspirasi masyarakat Jawa Tengah yang tersebar di 35 provinsi. Konsep restoran juga akan dikembangkan menjadi pusat budaya, ekonomi, dan ekspor-impor kuliner serta produk khas Jawa Tengah.
“Kami akan menghadirkan tenant UMKM, layanan mebel Jepara, serta produk-produk unggulan yang bisa dipesan dalam skala besar,” ujar Ali.
Setiap cabang diproyeksikan menyerap hingga 20 tenaga kerja. 60 persen di antaranya adalah warga sekitar yang dilatih secara langsung oleh manajemen.
Tak hanya bisnis, Omah Joglo Nusantara juga membuka peluang kepemilikan saham. Masyarakat bisa menjadi bagian dari bisnis ini mulai dari investasi Rp100 juta.
Dengan cita rasa otentik, suasana tradisional, serta visi pemberdayaan masyarakat, Omah Joglo Nusantara menargetkan untuk menjadi ikon kuliner bernuansa Jawa Tengah di perkotaan.