Tidak hanya pemain, ada juga kabar baik dari sisi pelatih. Pada 2025, Desandrew Pudyo Tinoto Adiwidjaja dari SMA Gloria 1 Surabaya dan Mega Perdana dari SMAN 1 Madiun terpilih sebagai pelatih putri skuad All Star.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa pelatih perempuan juga mampu bersaing di level tertinggi. Bahkan, jumlah pelatih perempuan di DBL Camp 2025 mencapai 11 orang.
Catatan itu merupakan jumlah terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan DBL Camp. Founder dan CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, menegaskan bahwa filosofi pemilihan skuad All-Star bukan hanya soal mencari pemain terbaik secara individu.
"Yang kami cari adalah pemain yang bisa menjadi teammate terbaik, yang mengedepankan kepentingan tim agar timnya menjadi lebih baik," ujarnya.
Filosofi tersebut menjadi pedoman bagi para pelatih WBA Australia dalam menyeleksi pemain. Kopi Good Day DBL Camp 2025 digelar selama sepekan di GOR Soemantri Brodjonegoro dan Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.
Acara itu diikuti oleh 262 student athlete terbaik dan 54 pelatih terpilih dari seluruh Indonesia. Jadi, Campers akan dididik oleh pelatih top dunia seperti Andrew Vlahov, serta para legenda basket lokal seperti Fandi Andika Ramadhani. (*)