Putin Ultimatum Ukraina! Rusia Ajukan Syarat Berbelit-belit Jika Ingin Damai

Selasa 03-06-2025,15:05 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Penarikan total pasukan Ukraina dari 4 wilayah yang diklaim Rusia.

Ukraina harus menghentikan semua pergerakan militer, mengakhiri bantuan militer asing, mencabut status darurat militer, dan menyelenggarakan pemilu dalam waktu 100 hari.

Menurut pengamat, kedua opsi ini sangat sulit diterima dan lebih menguntungkan Rusia yang kini mulai unggul di medan perang.

Pertemuan hanya berlangsung sekitar satu jam.

Hasil konkret satu-satunya adalah kesepakatan tukar tahanan perang, khususnya untuk prajurit muda dan yang luka berat, serta pemulangan 12.000 jenazah tentara dari kedua belah pihak.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menyebut ini sebagai “pertemuan besar” dan menyatakan keinginannya mempertemukan Putin, Zelenskiy, dan Donald Trump dalam satu forum langsung di Turki.

Namun, tidak ada kemajuan soal gencatan senjata yang didesak oleh Ukraina, AS, dan Uni Eropa.

BACA JUGA:Syarat Kondisi Hewan Kurban Idul Adha, Panduan dan Haditsnya

Ukraina Bertahan: Kami Tak Akan Menyerah!

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy tetap bersikeras tidak akan tunduk pada tekanan Rusia.

“Kami tidak akan menyerah, tidak akan mengikuti ultimatum. Tapi kami juga tidak ingin perang. Kami menunjukkan kekuatan karena musuh tidak mau berhenti,” ujarnya.

Ukraina juga mengusulkan pertemuan lanjutan sebelum akhir Juni dan menyatakan bahwa pertemuan langsung antara Zelenskiy dan Putin adalah satu-satunya jalan keluar.

Isu kemanusiaan turut dibahas. Ukraina menyerahkan daftar 400 anak yang mereka tuduh diculik Rusia. Namun, Rusia hanya mau bekerja untuk mengembalikan 10 anak saja. Moskow berdalih anak-anak itu dipindahkan demi keselamatan dari zona perang.

BACA JUGA:Syarat Kondisi Hewan Kurban Idul Adha, Panduan dan Haditsnya

Ukraina Serang Markas Bomber Nuklir Rusia!

Di medan perang, Ukraina menunjukkan taringnya. Mereka meluncurkan 117 drone dalam operasi bernama "Spider’s Web" ke wilayah Siberia dan utara Rusia — jauh dari garis depan — menargetkan pesawat pengebom nuklir Rusia.

Gambar satelit menunjukkan kerusakan besar di beberapa pangkalan militer. Ini disebut sebagai serangan paling nekat dan ambisius Ukraina sejak perang dimulai.

Namun serangan ini juga memicu kekhawatiran, karena pesawat tersebut bagian dari armada nuklir strategis Rusia. AS dan Inggris dilaporkan tidak diberitahu sebelumnya soal serangan ini.

Kategori :