Kecuali, katanya, ada dua atau tiga pasien yang memang harus dirujuk ke rumah sakit.
Ia pun memahami langkah pemerintah Saudi yang ingin memberikan perlindungan maksimal bagi para tamunya. Sekaligus mengapresiasi kebijakan mereka yang kini lebih fleksibel terhadap kebutuhan jamaah Indonesia.
BACA JUGA:Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Wukuf, Menag Minta Jamaah Haji Fokus Ibadah Wajib
"Saya menganggap kebijakan Saudi Arabia itu demi kepentingan pasien itu sendiri. Kita harus baik sangka kepada pemerintah Saudi bahwa semua kebijakan yang dilakukan untuk kemaslahatan tamunya sendiri, yaitu jamaah haji," ujarnya. (*)