Gara-Gara Blind Spot, Industri Tambang Diam-Diam Kehilangan 20% Keuntungan

Jumat 06-06-2025,09:56 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Padahal, sistem ini rawan kesalahan, sulit ditelusuri, dan membuat manajemen lambat dalam mengambil tindakan.

Pro-Trac dikembangkan untuk menggantikan sistem manual itu.

Sistem ini memungkinkan waktu kerja, kehadiran tim, dan alokasi alat dimonitor secara berkala melalui dashboard digital yang akurat.

Data dari lapangan masuk secara otomatis ke sistem, mempercepat pengambilan keputusan dan menghindari bias atau manipulasi.

"Pro-Trac dirancang agar proses input dilakukan oleh project admin, bukan operator langsung di lapangan. Ini menjaga akurasi data dan mencegah gangguan terhadap alur kerja operasional harian," terang Nizar Reksa, Head of Innovation Center TMS Consulting.

Dalam uji coba internal, Pro-Trac mampu meningkatkan efisiensi hingga 10%, dan akurasi data lebih dari 95% dibandingkan metode manual.

BACA JUGA:69 Ribu Hewan Kurban Idul Adha Bakal Disembelih di Jakarta, Pramono Terjunkan 300 'Juleha'

 

Berbeda dari aplikasi pelaporan biasa, Pro-Trac sudah terintegrasi dengan sistem SAP Cloud ERP, memungkinkan pencatatan aktivitas, pelacakan pergerakan material, hingga alokasi biaya secara presisi. 

Ini memberi insight yang jauh lebih dalam bagi manajemen untuk merancang strategi operasional dan investasi.

Menurut laporan CMiC Global (2023), sistem ERP yang dirancang khusus untuk industri pertambangan terbukti meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan secara menyeluruh.

Ke depannya, TMS Consulting berencana menambahkan berbagai fitur lanjutan ke dalam Pro-Trac, seperti:

HSE & ESG tracking

IoT monitoring

AI-based decision support

Dengan langkah ini, Pro-Trac tak hanya menjadi alat pemantau, tapi juga mitra dalam pengambilan keputusan strategis berbasis data.

Kategori :