Meski dua insiden ini tidak berkaitan secara langsung, banyak pihak mulai mempertanyakan keamanan dan protokol krisis di tubuh maskapai nasional India tersebut.
Tak hanya itu, India memang tengah mengalami lonjakan ancaman bom palsu.
Dalam 10 bulan pertama tahun lalu saja, tercatat hampir 1.000 laporan ancaman bom hoaks yang menyasar bandara dan maskapai—naik drastis dibanding tahun sebelumnya.
Meski hasil penyelidikan menyatakan tidak ada bahan peledak yang ditemukan di pesawat AI 379, insiden ini tetap memicu kepanikan luar biasa di kalangan penumpang dan keluarga mereka di India.
“Bayangkan, kami baru saja kehilangan ratusan nyawa, lalu keesokan harinya dengar kabar ada bom di pesawat Air India lain. Ini sangat mengganggu,” ujar seorang warganet di media sosial.
Hingga kini, Air India belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kemungkinan hubungan antara kedua peristiwa memilukan ini.
Namun tekanan publik terus meningkat.