Indonesia Banyak Hari Libur, Kadin Indonesia Khawatirkan Hal Ini

Sabtu 14-06-2025,18:16 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID -- Memasuki tahun 2025 ini, Indonesia tengah menjadi sorotan usai menetapkan 27 hari sebagai libur nasional dan cuti bersama.

Dengan penetapan ini, Indonesia telah resmi menjadi negara dengan jumlah hari libur terbanyak di ASEAN. 

Di satu sisi, hal ini tentunya merupakan kabar baik untuk industri pariwisata.

BACA JUGA:Jaga Harga Pangan, Bapanas Umumkan Program SPHP Beras Kembali Digelar Akhir Juni 2025

BACA JUGA:Kemendagri Siap Ikuti Putusan Pengadilan soal Polemik Empat Pulau Antara Aceh atau Sumut

Selain itu, para pekerja pun juga berkesempatan untuk mendapatkan rehat panjang dari pekerjaan mereka.

Namun di sisi lain, banyaknya hari libur juga dikhawatirkan akan berpengaruh kepada produktivitas para pekerja.

Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani.

Menurutnya, jumlah hari libur yang tinggi turut memengaruhi rendahnya produktivitas kuartal kedua.

"Kita harus bisa menghitung kembali jumlah hari kerja efektif, karena ini punya dampak sangat besar," tegas Shinta kepada media secara daring, pada Jumat 13 Juni 2025.

Hal serupa juga dikatakan oleh Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat.

BACA JUGA:Situasi Memanas, Kemlu dan KBRI Teheran Pantau Kondisi WNI di Iran

BACA JUGA:BPKH Limited Minta Maaf Soal Ketidaksempurnaan Layanan Konsumsi Jemaah Haji Pasca Armuzna

Menurutnya, masalah utama tidak terletak pada banyaknya libur, melainkan pada cara untuk mengelola kerja dan libur. 

"Di sinilah Indonesia tertinggal. Kita sering terjebak pada mentalitas kerja panjang, bukan kerja cerdas. Banyak kantor yang masih menghargai kehadiran fisik ketimbang hasil konkret. Banyak birokrasi yang lamban bukan karena kurang tenaga, tapi karena tidak ada insentif untuk mempercepat kerja," jelas Achmad ketika dihubungi oleh Disway, pada Sabtu 14 Juni 2025.

Kategori :