Ramadan Seru! 100 Santri Istimewa Diajak Belanja Baju Lebaran hingga Perlengkapan Sekolah
Memanfaatkan momentum penuh berkah di bulan Ramadan 1447 H, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) dan PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) melalui brand Prochiz, memperkuat komitmen inklusivitasnya melalui aksi nyata bagi kelompok rentan.--istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Para santri semakin tersenyum menyambut Ramadan tahun ini karena mereka bisa mempersiapkan Hari Raya Lebaran dengan membeli baju Lebaran.
Setelah Lebaran, mereka tentu juga akan masuk sekolah, sehingga kebutuhan perlengkapan sekolah juga disiapkan.
Memanfaatkan momentum penuh berkah di bulan Ramadan 1447 H, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) dan PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) melalui brand Prochiz, memperkuat komitmen inklusivitasnya melalui aksi nyata bagi kelompok rentan.
Kedua perusahaan asli Indonesia ini berkolaborasi dengan Sekolah Relawan, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa” yang berlangsung di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
BACA JUGA:Blibli XPO THR Fest 2026 di Margo City 3-15 Maret, Banjir Promo Elektronik Jelang Lebaran!
Kegiatan belanja bersama dirancang untuk memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan sekaligus bantuan materiil bagi 100 santri dan anak yatim istimewa dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Para peserta berasal dari sejumlah pondok pesantren dan yayasan inklusi di wilayah Jabodetabek, di antaranya adalah Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin dan Yayasan Sayap Ibu, Tangerang Selatan serta Yayasan Peduli Kesejahteraan Yatim Disabilitas Islam Indonesia (YPKYDII), Jakarta.
BACA JUGA:Penentuan Lebaran Segera Diputuskan! Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret
Tidak hanya memberikan santunan individu, Mulia Boga Raya (MBR), anak perusahaan Garudafood melalui brand Prochiz, mempertegas komitmennya terhadap upaya peningkatan inklusivitas pendidikan.
Prochiz menyalurkan bantuan pendidikan dengan total nilai Rp30 juta kepada pondok pesantren dan yayasan inklusi tempat belajar para peserta.
Bantuan ini bertujuan untuk mendukung sarana dan prasarana pendidikan inklusif, seperti kursi roda, Al-Qur’an braille, dan media pembelajaran inklusif lainnya.
Langkah ini sejalan dengan data nasional yang menunjukkan tantangan besar bagi kelompok rentan di Indonesia.
Sejumlah organisasi kemanusiaan di Indonesia memperkirakan terdapat sekitar 4 juta anak yatim-piatu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: