Akurasi: Dilengkapi dengan sistem panduan yang canggih, memungkinkannya mengenai target dengan presisi tinggi. Iran selama ini mengklaim telah mengembangkan rudal-rudal dengan kemampuan manuver tahap akhir untuk menghindari pencegatan.
Muatan Hulu Ledak: Kapasitas daya ledak rudal ini diperkirakan signifikan, mampu membawa hulu ledak konvensional yang cukup untuk menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur militer atau target strategis lainnya. Beberapa spekulasi bahkan menyebutkan potensi kemampuan untuk membawa hulu ledak yang lebih kuat di masa depan, meskipun Iran secara resmi menyatakan program nuklirnya untuk tujuan damai.
BACA JUGA:Puan Maharani Imbau Iran-Israel Lakukan Gencatan Senjata
Kemampuan Stealth/Anti-Radar: Julukan "rudal hantu" kemungkinan besar berasal dari klaim Iran bahwa Kheibar memiliki kemampuan untuk menghindari deteksi radar atau sistem pertahanan udara musuh, menjadikannya sangat sulit untuk dicegat. Ini bisa melibatkan teknologi material penyerap radar, profil desain yang rendah, atau manuver evasif yang kompleks.
Keterangan Resmi Pihak Iran
Pasca serangan, Kementerian Pertahanan Iran dan IRGC mengeluarkan pernyataan yang tegas dan bernada kemenangan. Mereka menegaskan bahwa peluncuran rudal Kheibar adalah bukti nyata dari peningkatan kapabilitas militer Iran dan merupakan pesan jelas kepada musuh-musuh regional.
"Serangan ini menunjukkan bahwa kemampuan pertahanan kami tidak bisa diremehkan," kata seorang juru bicara IRGC dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah.
"Kami memiliki cara untuk menembus pertahanan musuh, dan kami tidak akan ragu menggunakannya untuk membela kedaulatan dan keamanan kami."
Pihak Iran juga menekankan bahwa pengembangan rudal balistik mereka adalah untuk tujuan defensif dan merupakan hak setiap negara untuk memperkuat pertahanannya sendiri di tengah ancaman regional. Namun, negara-negara Barat dan Israel memandang program rudal Iran sebagai ancaman destabilisasi dan seringkali menyerukan pembatasan.
BACA JUGA:Penyelamatan Pendaki Asal Brasil di Gunung Rinjani Terus Berlanjut
Peristiwa penembakan rudal Kheibar, terlepas dari tingkat kerusakan sebenarnya, telah mengirimkan gelombang kejutan di seluruh dunia. Ini menyoroti perlombaan senjata yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik berskala lebih besar.
Bagi Iran, ini adalah demonstrasi kekuatan dan pesan bahwa mereka memiliki kartu truf militer yang signifikan. Bagi Israel, ini adalah tantangan serius terhadap narasi pertahanan mereka yang superior.
Masa depan akan menunjukkan bagaimana insiden ini memengaruhi kalkulasi strategis dan apakah "Kheibar" benar-benar menjadi pengubah permainan seperti yang diklaim Iran. Yang jelas, rudal "hantu" ini telah meninggalkan jejak, baik secara fisik maupun psikologis, di lanskap konflik Timur Tengah yang rumit.
Sementara terkait situasi terkini konflik Iran-Israel, pada tanggal 23 Juni 2025 Presiden AS Donald Trump mengumumkan di media sosial bahwa gencatan senjata "lengkap dan total" antara Israel dan Iran telah tercapai.
Gencatan senjata dimulai pada pagi hari tanggal 24 Juni 2025. Ia bahkan menyebutnya sebagai akhir dari "perang 12 hari" antara kedua negara.
Namun, pernyataan dari pihak Iran tidak sejelas itu, bahkan cenderung membantahnya.