Hoaks Aspartam Kembali Bikin Heboh, IDI Angkat Bicara

Selasa 01-07-2025,14:39 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

Aman atau Tidak? Ini Kata Lembaga Kesehatan Dunia Aspartam termasuk salah satu bahan tambahan makanan yang paling banyak diteliti baik oleh badan nasional maupun internasional.

BACA JUGA:Pesan Prabowo di Hari Bhayangkara ke-79: Polri Jadi Ujung Tombak Keamanan Bangsa

BACA JUGA:Kejati Banten Serahkan Berkas Korupsi Pengelolaan Sampah di Tangsel ke JPU

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) sudah menanggapi pesan hoaks yang kerap disebar kembali di situs webnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA), dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) semuanya menyatakan bahwa aspartam aman dikonsumsi, selama masih dalam batas konsumsi harian yang dianjurkan. 

“Saya ingin menekankan pentingnya edukasi publik terkait konsumsi pemanis buatan. Penggunaan aspartam tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan tentunya sebaiknya dikonsumsi dalam batas wajar,” tambah dr. Gia Pratama 

Pesan viral yang beredar menyebut bahwa aspartam menyebabkan kanker otak, kerusakan sumsum tulang, dan penyakit berbahaya lain, serta menyertakan daftar produk yang diklaim sebagai pemicu.

BACA JUGA:The Trillion Game: Cara Iwan Sunito Menaklukkan Dunia Properti

BACA JUGA:5 Game Penghasil Uang Tercepat 2025: Cuan Masuk, Saldo DANA Gratis!

Namun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara resmi telah menegaskan bahwa informasi itu tidak benar. 

Dikutip dari pernyataan IDI dalam situs Kementerian Komunikasi dan Digital, IDI tidak pernah mengeluarkan rilis atau pernyataan resmi tentang daftar minuman penyebab kanker. IDI juga menyebut nama dokter yang dicatut dalam pesan itu tidak terdaftar sebagai anggota organisasi. 

Setiap pernyataan resmi dari IDI hanya dikeluarkan melalui kanal resmi dengan kop surat, tanda tangan ketua umum, dan dapat diverifikasi publik. 

Penyebaran informasi palsu soal makanan dan minuman bukan hanya bisa menimbulkan kepanikan, tapi juga membuat masyarakat kehilangan kepercayaan pada produk yang sebenarnya aman dan teruji.

BACA JUGA:KLAIM! Ada Saldo DANA Gratis Rp651.000 Hari Ini Masuk E-Wallet dari Aplikasi Penghasil Uang, Syaratnya Mudah Banget

BACA JUGA:DPR RI Gelar Rapat Paripurna Bahas RAPBN 2026 dan Mitra Kerja Badan Investasi Danantara

Bahkan bisa membuat orang justru menghindari pilihan yang lebih sehat hanya karena takut yang tidak berdasar.

Kategori :