Data real estat menunjukkan lonjakan pembelian oleh warga Israel sejak 2021:
Limassol: 1.154 properti (511 dengan sertifikat hak milik)
Paphos: 1.291 properti (867 sertifikat)
Larnaca: 1.406 properti (481 sertifikat), terutama dekat bandara dan sinagoga Chabad
Total hampir 4.000 properti kini dikuasai oleh warga Israel di Siprus bagian selatan.
Fenomena ini bukan hal baru. Pada Agustus 2023, media Israel Haaretz telah menerbitkan artikel berjudul:
“Israel Kedua? Warga Israel Membanjiri Siprus untuk Membeli Apa Saja yang Mereka Lihat”
Kini, kekhawatiran yang dulu hanya berupa analisis mulai terlihat nyata: demografi berubah, ekonomi terkonsentrasi, dan identitas nasional dipertanyakan.
Siprus di Persimpangan
Siprus dulunya dikenal sebagai tempat netral, aman, dan tenang di Mediterania.
Tapi kini, perubahan cepat yang dipicu eksodus warga Israel menciptakan ketegangan sosial-politik yang tak bisa diabaikan.
Politisi seperti Stefanos Stefanou menyerukan peringatan keras:
“Ini bukan sekadar properti dan investasi. Ini soal siapa yang benar-benar mengendalikan masa depan Siprus.”