Bikin Heboh, Finalis Miss Indonesia Asal Papua Pegunungan Dicoret usai Video Dukung Israel Viral di Medsos
Finalis Miss Indonesia Asal Papua Pegunungan dicoret usai Video Dukung Israel Viral di Medsos.-@kogoya_merry-Instagram
JAKARTA, DISWAY.ID - Jagat maya dibikin heboh usai finalis Miss Indonesia asal Papua Pegunungan Merince Kogoya resmi dicoret dari ajang kecantikan tersebut.
Adapun, keputusan diskualifikasi tersebut diambil usai video Merince viral di media sosial yang dianggap mendukung Israel.
Pencoretan Merince pun turut memicu beragam reaksi, mayoritas netizen juga mendukung langkah tegas dari paniita miss Indonesia.
BACA JUGA:Viral Pesawat Batik Air Mendarat Miring dan Nyaris Tergelincir di Soetta, Manajemen Buka Suara
Merince Kogoya sendiri diketahui mewakili Papua Pegunungan dalam ajang Miss Indonesia.
Akan tetapi, dirinya langsung dipulangkan dari masa karantina setelah ditemukan video saat ia tengah mengibar bendera Israel dua tahun lalu pada tahun 2023 dan kini beredar kembali hingga memicu kontroversi.
Banyak pihak menilai jika aksi Merince ini sebagai bentuk dukungan terhadap Zionisme.
Alhasil, posisinya sebagai finalis diganti oleh Karmen Anastasya.
Melalui Instagram Story-nya, Merince memberikan klarifikasi. Ia menegaskan jika aksinya itu bukan karena dukungan politik, namun semata-mata untuk keperluan agama.
BACA JUGA:Viral Warga Kecebur ke Saluran Air di Area Parkir Liar PRJ, Pengelola JIExpo Bilang Begini
"Saya hanya menjalankan kepercayaan saya sebagai pengikut Kristus untuk berdoa memberkati. Namun video reels saya dua tahun lalu disebarluaskan dengan berbagai macam pendapat yang tidak benar tentang keyakinan saya," katanya.
Merince Kogoya juga menyampaikan permintaan maafnya kepada warga Papua Pegunungan, tim pendukung serta keluarganya.
Namun demikian, Merince mengaku kecewa dengan keputusan panitia yang menurutnya dipengaruhi oleh opini publik Pro-Palestina.
"Perjuangan saya 4 bulan hingga berhasil mendapatkan status Finalis Papua Pegunungan dan mengorbankan banyak hal, harus digantikan dengan keputusan karena opini publik yang berbeda," ungkap Merince.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: