Abu Janda Soroti Video Pria Bergamis Adzan di Depan Gereja Kalbar: Damainya Dimana?

Abu Janda Soroti Video Pria Bergamis Adzan di Depan Gereja Kalbar: Damainya Dimana?

Abu Janda, Pegiat media sosial-@permadiaktivis2-Instagram

JAKARTA, DISWAY.ID - Pegiat media sosial, Permadi Arya atau yang lebih dikenal dengan nama Abu Janda mengomentari sebuah video viral yang menunjukkan seorang pria berpakaian gamis mengumandangkan adzan di depan pintu masuk gereja di Kalimantan Barat.

Dalam pernyataannya, Abu Janda mempertanyakan konsep "damai" yang sering dikaitkan dengan ajaran tertentu.

Abu Janda juga menyinggung serangkaian insiden yang dianggap mengganggu harmoni antarumat beragama.

BACA JUGA:Heboh Abu Janda Diangkat Jadi Komisaris BUMN, JMTO Buka Suara: Tidak Benar

Latar Belakang Kontroversi

Video tersebut, yang beredar luas di platform media sosial seperti Twitter dan Instagram, memperlihatkan seorang pria melakukan adzan dan salat tepat di depan pintu gereja.

Aksi itu langsung menuai pro dan kontra, dengan sebagian netizen menilainya sebagai bentuk ekspresi kebebasan beragama, sementara yang lain melihatnya sebagai provokasi yang tidak sensitif terhadap umat Kristen.

Kejadian ini terjadi di tengah upaya pemerintah untuk memperkuat toleransi beragama di Indonesia, negara dengan keragaman agama terbesar di dunia.

Abu Janda, yang dikenal sebagai aktivis yang vokal dalam isu-isu sosial dan politik, tidak ragu untuk menyuarakan pendapatnya.

Melalui serangkaian postingan di akun media sosialnya, ia menyatukan kritiknya terhadap pola gangguan yang berulang terhadap simbol-simbol agama lain.

BACA JUGA:Arab Saudi Serang Yaman, Hubungan Riyadh dan Abu Dhabi Semakin Memanas

"Baru kemarin ganggu candi-nya umat Hindu, sekarang ganggu gereja-nya umat Kristen. Sengaja azan & solat di depan pintu gereja biar apa?? ???? Hadehhh, emang kalo damai-damai gak ganggu orang gak bisa ya?," tulis Abu Janda, dikutip dari postingan di akun Instagram pribadinya pada Selasa, 30 Desember 2025.

Ia melanjutkan dengan menyoroti pola yang lebih luas: "Natalan diganggu, ibadah dibubarin, gereja ditolak, candi diganggu.

"Di Eropa jadi imigran bikin marah warga asli di sana, di negara asal perang saudara.. JADI DAMAI NYA DIMANA? Bertanya dengan nada sopan." ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Abu Janda juga mengaitkan isu ini dengan konteks global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads