"Memang kesannya dilambat-lambatkan. Padahal hasil visum maupun otopsi harusnya sudah bisa diketahui apa penyebab kematiannya. Apakah karena lak ban atau sebab yang lain," ucapnya.
Sementara kasus kematian diplomat Arya Daru belum terpecahkan selama satu pekan menuai perhatian publik.
Kriminolog, Haniva Hasna memberikan analisis tentang kemungkinan penyebab lambatnya penyelidikan kasus ini.
Menurut Haniva, ada beberapa faktor yang membuat kasus ini sulit dipecahkan, antara lain:
- Tempat kejadian perkara (TKP) yang bersifat tertutup dan minim saksi
- Korban baru ditemukan setelah beberapa hari, sehingga jejak biologis dan analisis forensik menjadi lebih sulit
- Modus pembunuhan yang tergolong rapi dan tertutup, sehingga pelaku mungkin dikenal oleh korban dan paham seluk-beluk tempat
Haniva juga memberikan beberapa saran untuk polisi untuk mengungkap kasus ini, antara lain :
- Audit digital forensik korban secara menyeluruh
- Rekonstruksi waktu kematian secara presisi
- Wawancara mendalam pada saksi sekitar dan lingkungan kerja
- Analisa psikologis dan relasi personal korban
- Forensik lanjutan pada benda di TKP
Dituturkannya, dengan melakukan langkah-langkah tersebut, diharapkan polisi dapat mengungkap kasus kematian diplomat Arya Daru dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.