Sering Bertanya Gejala Penyakit ke ChatGPT? Kemenkes Ungkap Bahayanya

Kamis 24-07-2025,00:46 WIB
Reporter : Hasyim Ashari
Editor : Fandi Permana

4. Menunda Penanganan Medis Profesional

Mengandalkan "diagnosis" dari ChatGPT dapat memberikan rasa aman palsu atau justru menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu, yang pada akhirnya menunda pasien untuk mencari pertolongan medis profesional.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Pengadaan Makanan Balita dan Ibu Hamil di KPK, Kemenkes : Kami Menyerahkan Penyelidikan Kasus

Penundaan ini bisa berakibat fatal, terutama untuk kondisi yang memerlukan intervensi cepat.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis profesional (dokter, perawat, atau apoteker) jika mengalami gejala penyakit.

Teknologi AI, termasuk yang sedang dikembangkan Kemenkes, akan menjadi alat bantu yang powerful di tangan para profesional, bukan sebagai sarana diagnosis mandiri yang berisiko. Kesehatan adalah aset berharga yang tidak boleh dipertaruhkan dengan informasi yang belum teruji keakuratannya.

Kategori :