Era Smart Hospital di Indonesia, Pasien Lebih Aman, Dokter Cepat Ambil Keputusan

Kamis 24-07-2025,18:29 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Smart Hospital menjadi jaminan bagi pasien untuk mendapatkan layanan medis optimal

Salah satu tonggak pentingnya baru saja diraih Bethsaida Hospital Serang yang menerima sertifikasi EMRAM Stage 6 dari HIMSS Asia Pacific di International Healthcare Week 2025, Kuala Lumpur.

Gelar ini menjadikan Bethsaida sebagai rumah sakit tipe C pertama di Banten yang mencapai transformasi digital tingkat lanjut, menandai era baru smart hospital di Indonesia.

BACA JUGA:Selamat! Siloam Hospitals Group Raih 5 Penghargaan di Healthcare Asia Awards 2025

Apa itu EMRAM Stage 6?

EMRAM (Electronic Medical Record Adoption Model) adalah standar internasional dari HIMSS yang menilai tingkat kematangan sakit dalam pemanfaatan rekam medis elektronik.

Pada Stage 6, rumah sakit sudah mampu menerapkan clinical decision support (dukungan keputusan klinis) secara real-time, closed-loop medication system untuk meminimalkan kesalahan pemberian obat, serta integrasi data klinis yang cepat dan aman di seluruh unit layanan.

Dengan kata lain, data pasien yang dulunya tercecer kini sudah terdigitalisasi dan terhubung.

Dokter dapat mengakses riwayat medis pasien hanya dengan beberapa klik, melakukan analisis, dan mengambil keputusan lebih cepat, sementara pasien mendapatkan pelayanan yang lebih akurat dan aman.

BACA JUGA:Prabowo Apresiasi Jokowi Saat Peresmian KEK Internasional Hospital di Bali

Kesalahan medis, terutama dalam pemberian obat, masih menjadi salah satu risiko di rumah sakit di seluruh dunia.

Dengan sistem pengobatan berbasis barcode (closed-loop medication), setiap langkah—dari resep dokter hingga obat yang diminum pasien—dilacak secara digital.

Risiko salah obat bisa ditekan secara signifikan.

Selain itu, clinical decision support membantu dokter membuat keputusan yang lebih tepat berbasis data terkini.

Sistem ini dapat memberi peringatan jika ada potensi interaksi obat berbahaya, alergi, atau dosis yang tidak sesuai.

BACA JUGA:Dokter Spesialis Emergency Ungkap 5 Manfaat Penting Ambulans Pre-Hospital Tangani Pasien Stroke dan Jantung

Perubahan budaya kerja rumah sakit

Kategori :