Mahathir Desak Anwar Mundur, Malaysia Memanas Meski BLT dan Harga BBM Turun

Jumat 25-07-2025,21:55 WIB
Reporter : Khomsurijal W
Editor : Khomsurijal W

Langkah Anwar: BLT dan Turunkan Harga BBM

Menanggapi tekanan politik dan rencana demonstrasi besar-besaran pada Sabtu (26/7/2025) di Kuala Lumpur, Anwar mengumumkan kebijakan populis pada Rabu (23/7/2025).

BACA JUGA:Viral Bagi-bagi Bir di Event Lari Bandung, Pakar Beberkan Bahayanya!

Dalam pidato yang disiarkan televisi, ia menjanjikan:

- Bantuan Tunai (BLT): Setiap warga Malaysia di atas 18 tahun akan menerima RM100 (Rp385.000) melalui program Sumbangan Asas Rahmah (Sara), mulai 31 Agustus 2025, sebagai “hadiah Hari Kemerdekaan”. Total anggaran BLT tahun ini naik menjadi RM15 miliar dari RM13 miliar.

- Penurunan Harga BBM: Harga BBM RON95 diturunkan dari RM2,05 menjadi RM1,99 per liter (setara Rp7.672), berlaku untuk warga Malaysia mulai September. Warga asing tetap membayar harga pasar tanpa subsidi.

BACA JUGA:Pramono Buka Suara soal Vonis Hasto 3,5 Tahun: Bukan Ranahnya Gubernur

Kebijakan ini dianggap sebagai respons terhadap keresahan publik atas kenaikan biaya hidup, yang dipicu oleh kebijakan pemerintahan Anwar seperti kenaikan upah minimum, tarif listrik untuk industri, dan perluasan pajak penjualan dan jasa (SST).

Kritikus, termasuk oposisi, menilai beban pajak ini berdampak pada konsumen berpenghasilan rendah dan menengah.

Respons Anwar dan Situasi Politik

Anwar menegaskan tidak akan mundur kecuali ada mosi tidak percaya di parlemen.

“Insya Allah, saya tidak akan mundur. Jika saya mencuri uang rakyat, baru mereka boleh desak saya mundur,” ujar Anwar, menepis tuduhan korupsi dan menekankan transparansi tender pemerintah.

Ia juga membalas kritik Mahathir dengan menyindir intervensi politik tokoh senior yang sudah memimpin selama 24 tahun, merujuk pada Mahathir.

Demonstrasi yang direncanakan besok (26/7/2025) diperkirakan dihadiri 10.000-15.000 orang, digagas oposisi untuk menuntut Anwar mundur atas kenaikan harga dan kegagalan reformasi.

BACA JUGA:Riza Chalid Diduga Ngumpet di Malaysia, Kejagung Bakal Berikan Red Notice?

Pemimpin oposisi Muhyiddin Yassin menyebut BLT dan penurunan harga BBM sebagai “langkah terdesak” untuk meredam kemarahan publik.

Kategori :