Bom Suci
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--
Anda sudah tahu: Ayatollah Ali Khamenei tewas Sabtu pagi lalu. Kediamannya di Teheran dibombardir bom jarak jauh oleh Israel dan Amerika Serikat. Anak, menantu, dan cucu ikut tewas. Pun lebih 200 warga Iran di lebih 30 lokasi yang disasar bom dua negara itu secara serentak.
Tidak seperti di Baghdad dulu: rakyat langsung berbondong turun ke jalan menggulingkan pemerintahan Iraq. Setidaknya rakyat meruntuhkan dulu patung besar presiden Saddam Hussein –disiarkan secara live oleh TV di Amerika.
Tidak ada patung Khamenei di Teheran.
Bersamaan ketika mengumumkan kematian Khamenei itu Presiden Donald Trump menyerukan rakyat Iran agar bergerak menumbangkan pemerintah.
Ibaratnya Trump berseru: "pemimpin negara kalian sudah kami bunuh, maka bergeraklah menguasai istana. Ambil alihlah pemerintahan. Bukankah itu yang sudah lama kalian minta kepada Amerika. Dulu-dulu tidak ada presiden Amerika yang bisa memenuhi keinginan kalian. Baru sayalah presiden yang bisa melakukan apa yang kalian inginkan. Maka bergeraklah untuk menggantikan pemerintahan kalian yang kejam".
Sampai tadi malam belum ada rakyat yang bergerak ke jalan-jalan –mungkin takut terkena bom Israel dan Amerika. Yang ada adalah histeria masal menangisi kematian Ayatollah mereka.

Warga Iran berkumpul di Jalanan Kota Teheran pada Minggu, 1 Maret 2026 dalam peringatan duka atas wafatnya Khamenei-Atta Kenare/AFP-
Pemerintah Iran sendiri mengumumkan masa berduka 40 hari. Selama masa duka itu negara dipimpin oleh satu komite yang diketuai Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Sampai proses pemilihan pengganti Ayatollah Khamenei dilakukan.
Di Iran presiden itu seperti ketua tanfidziyah di organisasi NU di Indonesia. Sedang pemimpin tertinggi berada di tangan ketua dewan syuriah.
Sekali lagi terbukti: perang zaman sekarang banyaknya jumlah tentara tidak penting lagi. Apa yang terjadi di Iran kian membuktikan bahwa yang terpenting adalah teknologi tinggi. Yang terpenting kedua: kecanggihan intelijen. Banyaknya batalion konvensional hampir tidak ada gunanya.
Kelebihan perang jenis ini adalah: yang jadi korban pertama adalah para pemimpin tertinggi. Lalu para pemimpin level di bawahnya. Prajurit justru lebih selamat. Maka istilah pion dikorbankan lebih dulu –seperti dalam permainan perang di catur– tidak berlaku lagi. Lawan sudah bisa melakukan skakmat ketika semua pion masih utuh berbaris di depan raja.
Di catur, ketika raja mati, permainan selesai. Di Iran, Ali Khamenei bukanlah raja catur. Khamenei-Khamenei berikutnya masih banyak sekali. Tidak akan habis-habisnya. Kecuali kota Qom –saya pernah sekali ke Qom– disapu bom jarak jauh sampai luluh lantak. Di kota itu banyak mahasiswa Indonesia –sekitar 200 orang.
Di Iran kematian itu dianggap mulia. Apalagi bagi orang yang sudah berumur 86 tahun seperti Ali Khamenei. Apalagi ia sudah 36 tahun menjabat ketua dewan syuriah Iran –sejak menggantikan Ayatollah Rukhullah Khomaini pada tahun 1989.
Sedekat-dekat negara seperti Arab Saudi, Qatar, UEA, Kuwait dengan Amerika Serikat terbukti kalah dekat dengan Israel. Sebenarnya Israel-lah yang ngotot menghancurkan pemerintah Iran: mengajak Amerika. Pun kalau Amerika tidak mau Israel akan melakukannya sendiri.
Tekanan negara-negara Arab pada Amerika kalah kuat oleh tekanan Israel.
Israel menganggap saat ini adalah waktu yang tepat untuk menghancurkan Iran. Yakni ketika satelit-satelit Iran di sekitar Israel sudah berhasil dilemahkan.
Hisbullah yang di Lebanon sudah dihancurkan. Rumah pemimpin tertinggi Hisbullah di Beirut, Nasrullah, dibom jarak jauh oleh Israel. Satu rumah dibom dengan kekuatan bom 80 ton. Tentu beberapa rumah di sekitarnya ikut hancur. Getarannya pun sampai memecahkan kaca bangunan di jarak 5 km dari rumah Nasrullah.
Ketika ke Lebanon empat bulan lalu saya minta dilewatkan rumah yang hancur itu. Saya juga minta diantar ke makam Nasrullah, yang hari itu tepat haul pertama. Itu kali kedua saya ke basis Hisbullah. Lewat pemeriksaan ketat. Akhirnya saya diizinkan ke makam. Dengan pengawalan. Saya pun diminta bersujud mencium pinggiran nisannya.
Sejak bom 80 ton itu kekuataan Hisbullah redup. Apalagi sebelum itu pimpinan yang levelnya di bawah Nasrullah juga dimatikan dengan cara yang sama: dikirimi bom dari jarak jauh. Tewas semua. Ups, itu bukan bom jarak jauh. Lebanon adalah tetangga dekat Israel.
Yang diluncurkan ke Iran itu barulah bom jarak jauh.
Sebelum Hisbullah dilumpuhkan, Houti di Yaman juga sudah tidak terlalu kuat lagi. Terakhir yang dilemahkan adalah Hamas. Pimpinannya diledakkan jarak dekat. Basisnya di Gaza dihancurkan total.
Maka Iran sudah seperti pohon yang cabang dan rantingnya dikepras semua. Memang ada ranting baru yang akan besar yang sedang tumbuh: di Iraq. Maka sebelum ranting baru itu besar pohonnya harus ditebang dulu: Iran.
Pohonnya pun sudah dibuang sebagian akarnya. Bom kiriman Amerika menjelang subuh tahun lalu menghancurkan fasilitas nuklir Iran.
Itulah sebabnya Israel tidak mau lagi menunggu Amerika. Israel akan melakukannya sendiri. Kalau sukses, Amerika rugi. Tidak dapat nama. Khususnya Trump.
Trump sedang perlu-perlunya nama. Ia menghadapi pemilu legislatif yang kritis. Partai Republik diramalkan kalah. Kalau Partai Demokrat sampai menguasai mayoritas parlemen, Trump pasti di-impeach! Trump jatuh.
Yang kedua, komite di parlemen sedang menyiapkan pemanggilan untuk Trump. Ia harus datang bersaksi di parlemen: soal skandal seks dengan perdagangan anak. Trump ada di daftar itu.
Israel sangat yakin tibalah waktunya menghancurkan Iran. Apalagi di Sabtu pagi lalu didapat info A-1 bahwa posisi Khamenei sedang di kediamannya.
Mungkin Khamenei dan penasihatnya yakin Israel tidak menyerang di hari Sabtu: hari suci. Apalagi biasanya serangan dilakukan menjelang subuh. Bukan jam 10 pagi seperti itu.
Israel tidak peduli lagi hari suci. Mungkin tidak ada lagi waktu terbaik selain Sabtu jam 10 pagi itu: buuuuummm! Teheran berasap besar yang membumbung tinggi. Khamenei tewas. Iran tidak ikut Tewas. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 1 Maret 2026: Petir Agrinas
Abu Syafiq
Sinergi BUMDes-Koperasi Sinergi antara keduanya tetap dimungkinkan melalui pembagian peran yang komplementer tanpa mematikan otonomi desa. BUMDes dapat diposisikan sebagai pemilik infrastruktur strategis dan pengelola aset tetap (seperti gudang logistik dan pasar), sementara KDMP bertindak sebagai operator retail yang melayani kebutuhan harian anggotanya. Dengan pola ini, kendali atas aset tetap desa tetap berada di bawah pemerintahan desa melalui BUMDes, sehingga menjamin bahwa nilai tambah dari infrastruktur yang dibangun dengan dana publik tetap menjadi milik kolektif desa dalam jangka panjang.
Achmad Faisol
Gerai itu termasuk akan menjual kue produksi ibu-ibu di desa. ####### saya jadi ingat kakak saya, kader pkk, diajari membuat keset, kerajinan, dll... pertanyaan kakak saya, "siapa yang beli...?" apa saat ini ga ada market place atau gedung milik pemkot yang berfungsi mengumpulkan hasil umkm...? ini bukan blue ocean, berarti, tetapi red ocean (persaingan bedarah-darah)...
Kujang Amburadul
80 ribu. Dalam angka 80.000 titik. Koperasi? Saya mengalami 8 presiden. Tentu mengalami juga bagaimana koperasi di negeri ini. Yg saya tahu. Ada anggota, pengurus, bidang usaha, kios sekedarnya dan tentu saja teteknya yg bengek dan berbagai drama. Dan yg usaha rame hanya simpan pinjam. Selebihnya, karena saja jaman itu belum ada maret2an, ya jalanlah jualannya. Tentu banyak juga sih yg benar-benar maju operasional nya. Kebanyakan hidup malas mati ogah, kadang sayup2 tinggal plang nama di kios yg sudah tutup. Pengurus bermasalah, kredit banyak yg macet. Pembinaan dari Kemenkop, Diskop? Entahlah. Sedih. Dari presiden 1-7 begitu buruknya memori saya. Entah di presiden ke 8 ini. Semoga angka 8 bisa melambangkan semua koperasi kita kelak benar2 berkembang dan sukses tiada henti dan berputar di sirkuit tak berujung ini. Petir telah menyambar, berbarengan dng beduk dan azan subuh. Semoga harapan akan jd kenyataan. Aamiin.
Jokosp Sp
Ketika backup spare part, service and maintenance tidak baik, maka hanya dalam kurun satu tahun pertama unit baru akan bisa operasi normal. Di tahun ke duanya unit sudah mulai mbrodol ( break down ) satu-satu karena menunggu spare part yang lama datangnya. Apalagi di daerah-daerah Indonesia yang tidak disupport Mechanic dan Work Shop dari TATA atau Mahindra?. Mau beli spare part saja jelas jadi kesulitan tersendiri. Bagaimana hanya seorang ketua koperasi harus bisa buka Part Books untuk mencari item partnya?. Sementara Part Booksnya tidak tersedia di Koperasi MP. Kehancuran akan dimulai dalam dua tahun tanpa ASS ( After Sales Service ) yang baik. Tidak semudah tekan jempol dalam selembar kertas keputusan import. Belajarlah dari Toyota, kenapa harga jual unit bekasnya tetap tinggi. Sampai Kijang Capsulpun masih banyak beroperasi hingga hari ini. Satu: ketersediaan spare part dan bengkel yang ada di mana-mana. Yang lainnya ngekor di belakangnya seperti Honda, Suzuki, Mitsubishi, juga Hino.
Bahtiar HS
Bang @Emha Saya cuman ngebayangin gimana ya perasaan Pak Prabowo mengetahui itu semua? Sebab sdh telanjur masuk BoP. Katanya jg: Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Ya kan bagi Indonesia, A, I, P adalah kawan. Bahkan A katanya kawan sejati. Tp kan A musuhin I. Lalu I yg lain, yg kawan A (baca: tuannya A) musuhin I, ya musuhin P. Kalau I yg kawan A ini dasarnya mmg musuhin yg lain2. Cuman di mulut aja dia bilang kawan. Di zaman penuh fitnah ini agak sulit diterapkan jadinya. Sebab kawan kita itu musuh kawan kita juga. Kawan tapi musuh kawan. Biasanya musuh kawan ya musuh kita. Lha kalau musuh kawan itu kawan kita juga, bagaimana? Berani gak Pak Prabowo keluar dari BoP?
Achmad Faisol
saya juga lihat sebuah diagram -- saya yakin beda dengan pak DI -- antara kmp (koperasi merah putih) dan mbg, lalu berakhir dengan kebutuhan nasional akan telur, buah, ayam, sapi, dll... melihatnya, saya mbatin, "secara teori, oke banget, lah..." namun, pertanyaan-pertanyaan ini bgmn: 1. semua produksi nelayan, peternak, petani, dll masuk kmp, salah satunya disalurkan ke mbg... nah, bagaimana meningkatkan produksi sapi...? bukankah pak DI pernah menulis tantangan besar di bidang ini...? mulai dari pencurian, sapi tidak boleh dikebiri, dll... sampai-sampai pak DI ingin mengembangkan kelinci besar sebagai ganti daging sapi... begitu pula kebutuhan beras, buah, dll... bukankah ujung-ujungnya impor...? 2. selain ke mbg, siapa yang akan beli di kmp...? masyarakat umum dan/atau anggota kmp, kan... saat ini sudah ada toko milik masyarakat atau mini market waralaba... seperti ojol kalau begitu... jumlah rider/driver bertambah, penumpang tetap... satu bisnis naik, lainnya turun... ini bukan menciptakan lapangan kerja baru, hanya hukum archimedes...
Jokosp Sp
Petirnya menggelegar sampai memekakkan telinga karena ada di musim penghujan dan masuk kemarau. Efeknya sampai menakutkan anak dewasa. Para mahasiswa yang dipotong dana pendidikannya dengan mengalihkan ke mbg. Petir ke dua membikin resah kepala desa karena dana desa dipotong untuk koperasi. Yang artinya pembangunan fasilitas desa akan hilang sd 50%. Petir ketiga dialami oleh produsen mobil-mobil merk Jepang yang tiba-tiba digerus oleh produk Bollywood. Tidak ada proses tender, semua dilibas dan dibenarkan dengan satu tanda tangan. Petir ke empat akan terjadi kemudian. Penambahan karyawan koperasi/ Agrinas jadi P3K, mengalahkan pentingnya para honorer guru, tenaga medis, dan pemda. Terus maju tanpa takut halangan, karena operotornya sudah klasifikasi eksperian dalam menjalankan dozer. Siapapun akan diterabasnya kalau hanya rerumputan yang bersuara berisik. Tak akan terpengaruh.....terus dilibas. Ini perang boss. Perang kepentingan.
Er Gham 2
Beliau sepertinya terbiasa dengan 'crash program'. Saat baru menjabat sebagai danjen kopassus, dibuat terobosan dalam rekrutmen calon anggota kopassus. Biasanya, cako (calon komando) dipilih dari lulusan sekolah tamtama, bintara dan akmil. Sepuluh lulusan teratas setiap kodam. Ditawarkan dan dites ulang. Jika lolos, masuk sekolah komando di Batujajar. Namun dibuat terobosan untuk merekrut lebih banyak dan lebih cepat. Berkaca dari Thailand yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit dari Indonesia, tapi punya pasukan komando lebih banyak dari Indonesia. Jadi cako bisa langsung dari masyarakat sipil, tidak perlu lulusan sekolah tamtama, bintara dan perwira. Saat ini, rekrutmen dikembalikan ke tradisi sebelumnya. Terlihat dari berdiri nya SPPG dan KMP. Harus cepat dan masif. Perbaikan sana sini dilakukan sambil berjalan. Dampaknya terjadi beberapa kasus keracunan dalam MBG, lalu dikeluarkan beberapa SOP untuk perbaikan. Revisi terus. KMP pasti juga akan banyak dikeluarkan revisi SOP selama awal berdiri. Pengamat seperti saya, mungkin akan menyarankan agar KMP didirikan beberapa saja, sebagai percontohan. Lalu dievaluasi. Atau kalau mau impor pick up, impor sedikit dulu. Bengkel nya bagaimana. Spare part bagaimana. Hubungan marwah 'ATPM asing tenaga kerja lokal' bagaimana. Harus banyak analisa dulu. Diskusi. Seminar tentang KMP dulu. Simposium. Jurnal ilmiah akademisi. Makanya Joao yang dipilih.
Liáng - βιολί ζήτα
Andelsbevægelsen Pada tahun 1925, Mohammad Hatta (kemudian menjadi salah seorang Proklamator Kemerdekaan RI) yang sedang menuntut ilmu di Belanda, mengunjungi Denmark bersama temannya yang bernama Samsi. Di Denmark, Mohammad Hatta mempelajari sistem koperasi Skandinavia untuk mematangkan konsep ekonomi kerakyatan yang akan diterapkan di Indonesia, dan sangat terinspirasi oleh keberhasilan koperasi Denmark dalam meningkatkan taraf hidup petani dan membangun perekonomian rakyat secara berkeadilan. Konsep koperasi Denmark tersebut kemudian mendasari pemikiran Beliau mengenai ekonomi yang berkeadilan yang cocok untuk Indonesia, dan menyebutnya sebagai "Republik Kooperatif". Oleh karena itu, mungkin ada baiknya, Koperasi Merah Putih mempelajari "nilai lebih dari Andelsbevægelsen" yang mereka mulai pada akhir abad ke-18 / awal abad ke 19 tersebut, dan tetap konsisten hingga kini. Lha wong literatur mengenai Andelsbevægelsen sudah tersedia seabreg-abreg koq..... Koperasi di Denmark bukan semata-mata badan usaha, tetapi sudah menjadi budaya dan gaya hidup yang mengutamakan kesetaraan ekonomi bagi seluruh rakyat Denmark. Mungkin kelak, istilah "belajarlah hingga ke Kutub Utara" akan populer, terutama terkait dengan per-koperasi-an..... Kalau Abah DI sih jangan keluyuran ke Denmark..... nanti tersesat di lautan es Kutub Utara..... mau jingkrak-jingkrak senam pagi bagaimana hayo di atas es ?? wkwkwkwkwk.....
Liam Then
Pak Bos butuh kasih liat Pak Joao manifesto Murid SD Internasional sebenarnya, dia ini ahli penerapan ilmu WEALTH di pedesaan. Ini cocok sekali, ilmu WEALTH Vancouver sebutan Murid SD kemaren kan penekanan ke teknik "Arbitrer" dan teknik pivoting. Ini tumbuh ketemu tutup. Jadi kita bisa lihat teori dipadu action, hasil realitanya apa .. @Murid SD Internasional Tuh boy, meskipun aku dah kau sebut-sebut pijek tahi ayam, kejeblos got, aku tetap baek sama kau....
DeniK
Bulan lalu mudik ke desa .kaget . Ternyata lapangan bola di desa kini sudah berdiri kopdes . Hilanglah sudah lapangan sepak bola satu-satunya di desa kami . Jikalau nanti kopdes ini berbisnis sembako di desa kami sudah ada gerai indoalfa tempatnya strategis pinggir jalan utama di perempatan . Kopdes yg di lapangan bola tempatnya di pelosok sepi jarang orang lewat . Para pengurus harus berfikir lebih keras kalau mau merebut pelanggan indoalfa dan warung eceran . Dari sisi lokasi saja sudah tdk visible . Kecuali melakulan " jual dedet" kalau kata urang sunda . Selamat hari Ahad.
yea aina
Ternyata KopMP itu dirancang layaknya "proyek" pemerintah saja. Proyek itu dinamai koperasi, tapi dibangun dan dikelola oleh cucu usaha Danantara: Agrinas Pangan. Turun dari atas ke bawah. Karena agunan dan cicilan utangnya, dibebankan ke dana desa. Sewajarnya diproyeksikan untuk diserahkan ke pihak desa, paska 2 tahun dikelola secara remote oleh Agrinas Pangan. Rasanya ada bagian jiwa koperasi yang ditanggalkan: gotong royong dan kekeluargaan. KopMP bukanlah kerjasama orang-orang yang memiliki visi sama di sebuah desa. Tapi kolaborasi ekonomi yang "dipaksakan" pemerintah kepada (aparat) desa. Bukan pula kolaborasi rakyat di desa, karena mereka dianggap sebagai calon konsumen saja. Itupun kalau rakyatnya berminat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 73
Silahkan login untuk berkomentar