Di tur Asia baru-baru ini, ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan mencetak gol indah melawan Daegu FC.
Meski baru berusia 17 tahun, Toni sudah menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa, bermain baik sebagai pemain sayap, gelandang serang, maupun di posisi kreatif.
BACA JUGA:Lamine Yamal Dibandingkan dengan Messi, Aguero: Ingat, Harus Buktikan Dulu!
BACA JUGA:Disuruh Cabut, Endrick Tetap Pegang Pendiriannya: Saya Ingin Bertahan di Real Madrid!
Pada musim lalu, ia tampil sebanyak 23 kali bersama Barça Atletic di Primera Federación, mencetak 8 gol, dan memberikan banyak assist.
Hal ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain kunci di tim cadangan Barcelona. Kontrak Toni dengan klub saat ini berlaku hingga 2027.
Yang semakin membuat kisah Toni istimewa adalah hubungan keluarga yang tak terduga.
Ia adalah sepupu dari Guille Fernández, salah satu "permata" lain yang berasal dari La Masia.
Keduanya tumbuh besar di Zona Franca, berlatih di lapangan-lapangan kecil, dan bersama-sama bermimpi untuk bermain di Camp Nou.
BACA JUGA:Mbappe Rebut Nomor 10 Luka Modric di Real Madrid dari Arda Guler
Kini, keduanya sudah menjadi bagian dari rencana jangka panjang Barcelona.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan sepak bola, Toni juga memperlihatkan dedikasi tinggi terhadap kebugaran fisiknya.
Melalui latihan intensif di gym, yang sering dibagikan di media sosial, ia berusaha keras untuk meningkatkan kecepatan dan daya tahan tubuhnya, menunjukkan tekad kuat untuk beradaptasi dengan tuntutan sepak bola papan atas.
Lamine Yamal, Pemain Kidal Pemain Permata dari Barcelona
Sama halnya dengan Toni Fernandez, Lamine Yamal adalah pemain kidal yang bermain sebagai sayap kanan, meski ia juga bisa tampil di berbagai posisi lain di lini depan, seperti penyerang tengah atau gelandang serang.
BACA JUGA:Ryan Roberto: Neymar Kedua Membuat Barcelona Terpesona