BACA JUGA:Wonderkid LAFC 'Adrian Wibowo' Dipanggil Timnas Indonesia, Erick Thohir: Tidak Perlu Naturalisasi
Pergantian tersebut membuat serangan Indonesia terlihat lebih cair lantaran Hokky Caraka cukup aktif menjemput bola dan Rafael Struick menghidupkan dengan balik serangan dari sisi kiri.
Kendati demikian masih belum ada gol yang bisa diciptakan hingga 10 menit babak kedua berjalan.
Arkhan Fikri melepaskan tembakan mendatar yang masih bisa ditangkap kiper Laos di menit ke-56.
Tak berhenti sampai di situ, dua menit berikutnya giliran tembakan Rayhan Hannan yang ditepis oleh kiper Laos. Sayang bola liar tak ada yang menyambut.
BACA JUGA:Kecewanya Kluivert Gagal Lawan Timnas Kuwait di FIFA Matchday
Tembakan dari luar kota penalti menjadi opsi utama Timnas U-23 Indonesia untuk menyetak gol di laga ini lantaran kesulitan memasuki kota penalti Laos.
Permainan keras mulai diperagakan Laos di penghujung laga. Beberapa kali pemain Indonesia terkeletak di lapangan.
Tambahan waktu 5 menit tak mampu dimaksimalkan oleh Rafael Struick dan kawan-kawan untuk mencetak gol.
Indonesia pun harus puas berbagi poin dengan Laos setelah bermain imbang tanpa gol di pertandingan ini.
Rasa frustasi tentu dirasakan banyak pihak melihat skuad asuhan Gerald Vanenburg yang bermain imbang tanpa gol menghadapi Laos.
Sejatinya Garuda Muda sangat mendominasi permainan. Namun taktik yang diterapkan pelatih Laos benar-benar membuat Arkhan Fikri dan kawan-kawan sangat frustasi.
Satu-satunya yang patut diapresiasi penampilan Timnas Indonesia U-23 adalah ketahanan fisik selama 90 menit dengan melakukan serangan secara bertubi-tubi tanpa mengundurkan serangan sedikitpun.
Ini bisa menjadi ancaman bagi lawan-lawan Timnas Indonesia selanjutnya menghadapi Maccau dan Korea Selatan.