Contract Farming, Jaga Ketahanan Pangan Jakarta

Senin 15-09-2025,11:21 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : Subroto Dwi Nugroho

BACA JUGA:Innalillahi! 6 Kecelakaan Tabrakan Beruntun di Penjaringan, Begini Kronologinya

BACA JUGA:Tangani Macet di TB Simatupang, Pemprov DKI Uji Coba Gratis Masuk Tol Fatmawati 2

Stok Pangan Jakarta Cukup

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok menuturkan, saat ini DKI telah melakukan contract farming dengan provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan Lampung.

Menurut Hasudungan, contract farming lebih menguntungkan dibanding membeli bahan pangan jadi karena harga jauh lebih terjangkau.

Kerja sama ini memotong mata rantai distribusi bahan pangan yang menghemat biaya.

Hasudungan mengatakan, setiap hari dibutuhkan 2.600 ton beras, 326 ton ayam, 200 ton daging sapi, 499 ton daging ayam, 583 ton minyak goreng, 68 ton cabe rawit, hingga  77 ton bawang merah.

BACA JUGA:Kunjungi Tambang Emas PT Antam, Rudy Susmanto Ajak Jaga Kelestarian Alam

BACA JUGA:Tiga Korban Ledakan Pamulang Masih Dirawat, Satu Luka Bakar 90 Persen

Ia memastikan saat ini stok pangan di Jakarta cukup hingga akhir tahun 2025.

Dinas KPKP DKI Jakarta dan PT Food Station Tjipinang Jaya  juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Ekosistem Pangan Berkelanjutan.

Tujuannya, mengoptimalkan aset-aset milik Pemprov DKI Jakarta yang dapat dijadikan lahan pertanian.

Inflasi Jakarta Terkendali

Pengamat Pertanian, Khudori, menilai Pemprov DKI Jakarta termasuk daerah konsumen paling baik dalam mengelola stok pangan.

BACA JUGA:Cek Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Sabtu 13 September: BMKG Prediksi Berawan!

BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 13 September 2025, Buruan Perpanjang!

Buktinya, inflasi pangan di Jakarta lebih stabil ketimbang daerah produsen seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan provinsi lainnya.

Kategori :