Namun ia menekankan bahwa tugas Menpora tidak hanya sebatas olahraga, tetapi juga mencakup pembangunan pemuda.
BACA JUGA:Media Italia Puji Jiwa Kepemimpinan Jay Idzes, Calvin Verdonk Siap Bersaing dengan Romain Perraud
Ia berharap Erick tidak hanya fokus pada sepak bola, melainkan memberikan perhatian yang sama pada cabang-cabang olahraga lain yang selama ini berjasa mengharumkan nama Indonesia di dunia.
Misi Lolos Piala Dunia Tak Boleh Kaburkan Keadilan
Erick Thohir selama ini dikenal ambisius mendorong timnas lolos ke Piala Dunia 2026.
Tapi ambisi ini dianggap oleh Anton Sanjoyo sebagai fokus yang membutakan, karena mengorbankan pembinaan jangka panjang dan cabang olahraga lain.
"Kita tidak punya fondasi kuat di sepak bola. Semua ini dibangun di atas euforia sesaat. Kalau pun lolos ke Piala Dunia, kita hanya mampir, bukan karena pembinaan sendiri," kritik Anton.
BACA JUGA:Segini Kompensasi Pemecatan Ruben Amorim: Manchester United Siap Tunjuk Pengganti pada Oktober
BACA JUGA:TERTANGKAP BASAH! Arab Saudi Sampai Lakukan Hal Tak Terduga Begini, Erick Thohir Tindak Tegas
Ia bahkan menyebut keberhasilan timnas saat ini lebih banyak ditopang oleh pemain naturalisasi dari Belanda, bukan hasil dari sistem pembinaan dalam negeri.
Harapan Baru atau Repetisi Lama?
Dalam sejarah, mantan Menpora Zainudin Amali justru mundur dari kursi kementerian demi fokus sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
Kini, Erick Thohir malah sebaliknya, menjabat dua posisi sekaligus, dan ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik kepentingan dan ketimpangan perhatian terhadap cabang olahraga lain seperti bulu tangkis, atletik, panjat tebing, dan angkat besi yang selama ini menyumbang medali dunia.
Namun, Lalu Hadrian Irfani tetap optimistis.