Pakar Ekonomi Angkat Bicara, Ini Biang Kerok Rupiah Terjun Bebas Rp16.749 per Dolar AS

Jumat 26-09-2025,23:37 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Marieska Harya Virdhani

“Apalagi ada kenaikan risiko dari global, ada tarif baru terhadap industri farmasi global dari AS, ditambah ketegangan dengan Rusia. Itu membuat dolar AS kembali menguat,” kata Arjun.

BACA JUGA:Beli Motor Impian Hemat Belasan Juta Rupiah di IMOS 2025 Bersama FIFGROUP

Ia menambahkan, investor saat ini masih memilih pendekatan wait and see karena sentimen global maupun domestik yang penuh ketidakpastian.

Kondisi ini membuat pasar saham dan obligasi rawan terkoreksi dalam jangka pendek.

“Investor disarankan melakukan aksi profit taking kalau sudah untung, atau membeli lagi saat harga lebih murah setelah koreksi,” jelasnya.

BACA JUGA:Beli Motor Impian Hemat Belasan Juta Rupiah di IMOS 2025 Bersama FIFGROUP

Ketidakpastian Masih Berlanjut

Dengan tekanan dari dalam dan luar negeri, Rupiah diperkirakan masih akan menghadapi jalan terjal dalam beberapa waktu ke depan. 

Penguatan dolar AS yang dipicu faktor geopolitik dan kebijakan ekonomi global menjadi tantangan besar bagi Indonesia.

Situasi ini menuntut pemerintah untuk lebih cermat menjaga stabilitas ekonomi, terutama dengan menghindari kebijakan yang justru berpotensi melemahkan kepercayaan pasar.

Sementara itu, para pelaku usaha dan investor perlu tetap waspada dan adaptif menghadapi kondisi penuh ketidakpastian ini.

Kategori :