Usai Sentuh Puncak Dua Pekan, Harga Emas Dunia Ambruk ke 4.090 Dolar AS per Ons
Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam dua pekan.-Foto/Pixabay/@Steve Bidmead-Foto/Pixabay/@Steve Bidmead
JAKARTA, DISWAY.ID – Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam dua pekan.
Logam mulia tersebut kini ambruk ke kisaran USD 4.090,49 per ons, dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta kekhawatiran pasar terhadap prospek suku bunga yang akan tetap tinggi lebih lama.
Dilansir dari data Trading Economics, harga emas spot menurun sebesar 40,56 persen ke kisaran USD 4090.49, disusul dengan penurunan harga perak sebesar 1,49 persen menjadi sebesar USD 58.826.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Naik Rp5.000, Kini Rp2.640.000 per Gram
"Emas di pasar spot sedikit berubah pada USD 4090.49 per ounce, setelah naik ke USD 4,165.87 pada sesi terakhir," tulis data tersebut, pada Kamis 23 Juli 2026.
Sebelumnya, eskalasi konflik Iran - AS yang kini telah memasuki bulan kelima, turut menjadi mendorong kenaikan harga energi dan komoditas, termasuk minyak.
Imbasnya, kenaikan harga minyak tersebut sendiri telah memicu kekhawatiran seputar inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, sehingga mendorong ambruknya harga emas dunia.
Di sisi lain, militan Houthi yang didukung Iran mengklaim serangan terhadap dua tanker minyak Saudi di Laut Merah, meningkatkan risiko gangguan pasokan energi yang lebih luas.
"Perkembangan ini mendorong harga minyak mentah ke puncak baru enam minggu, menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga bisa tetap tinggi lebih lama," tulis data Trading Economics.
Kendati begitu, pasar sendiri juga terus memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga akhir tahun ini, dengan para pedagang memberikan probabilitas 61 persen untuk kenaikan pada bulan September.
BACA JUGA:Cek Harga Emas Antam Terbaru Hari ini 21 Juli 2026 di Logam Mulia dan Pegadaian
Di tempat lain, ECB sendiri juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil tetapi tetap membuka kemungkinan kenaikan pada bulan September.
"Investor kini memandang ke depan pada pertemuan Federal Reserve minggu depan, di mana para pembuat kebijakan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga," tutup Trading Economics.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: