Harga Emas Makin Tak Terbendung, Naik 10 Persen dalam Sebulan
Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan dengan berhasil menembus 4.500 Dolar AS-Dok. ANTAM-
JAKARTA, DISWAY.ID - Harga emas dunia kembali menunjukkan tren penguatan yang signifikan.
Menjelang akhir pekan, harga emas tercatat menembus level USD 4.500 per ons dan berada di jalur kenaikan untuk pekan ketiga secara berturut-turut.
Laporan data Trading Economics, harga emas telah meningkat sebesar 1,09 persen hingga kini diperdagangkan di level USD 4.566,14 per-ons, disusul dengan perak yang meningkat sebesar 1,72 persen ke level USD 69.249 dari harga sebelumnya yang berjumlah USD 62,99.
BACA JUGA:Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas
"Emas mempertahankan kenaikan tersebut meskipun imbal hasil Treasury membalikkan penurunan hari Rabu di tengah kekhawatiran bahwa upaya pemerintah untuk mengendalikan biaya pinjaman jangka panjang mungkin hanya memberikan solusi sementara," tulis Trading Economics, pada Jumat 21 Agustus 2026.
Diketahui selama sebulan terakhir, harga emas telah naik 10,92 persen, dan naik 35,45 persen dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu.
"Secara historis, Emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 5608,35 pada Januari 2026," tulis Trading Economics.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,725 Juta per Gram, Buyback Tetap Rp2,51 Juta
AS Naikkan Buyback Obligasi Tenor Panjang Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent juga telah resmi mengumumkan rencananya untuk meningkatkan nominal dukungan likuiditas untuk buyback obligasi pemerintah AS tenor panjang, yakni tenor 10–30 tahun.
Dalam hal ini, nominal buyback ditingkatkan dari sebelumnya maksimum USD 2 miliar per operasi menjadi minimum USD 4 miliar per operasi.
BACA JUGA:Meroket hingga Rp80 Ribu, Harga Emas Antam Kini Dipatok Rp2.725.000 per Gram
Kebijakan ini akan efektif pada periode 9 September–4 November 2026.
Menyusul pengumuman ini, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun sekitar 7 bps ke level 4,64 persen, dengan indeks dolar AS (DXY) turun sekitar 0,9 persen ke level 98,8, disusul dengan kenaikan harga emas sebesar 4 persen ke level USD 4.520 per-oz.
Bahkan, dalam sebulan terakhir harga emas telah melonjak lebih dari 10 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: