Ia menyinggung kasus keracunan makanan yang terjadi dalam pelaksanaan awal program MBG sebagai bukti bahwa sistem pengawasan masih lemah.
Menurutnya, insiden tersebut bisa dicegah jika pelaksana program berasal dari kalangan profesional dan instansi teknis yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan pengawasan pangan.
"Mereka memiliki kapasitas teknis yang bisa menjaga kualitas dan higienitas makanan," tegas Irma, menyebut perlunya keterlibatan Kementerian Kesehatan, Badan POM, BKKBN, serta perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan dan Loka POM.