Selain itu, pembangunan itu mendorong warga Jakarta menerapkan gaya hidup sehat dan hemat.
"Selain sehat jalan kaki karena fasilitas nyaman dan aman, warga jadi kian senang naik transportasi umum ketimbang bawa kendaraan sendiri. Biaya murah jadi hemat," katanya.
BACA JUGA:Miris! Niat Hati Dapat Pekerjaan Lewat TikTok Jadi Awal Mula Tewasnya Terapis 14 Tahun di Delta Spa
BACA JUGA:Motor Harley Hilang Saat Parkir di Sency, Satu Hari Kemudian Ditemukan di Bekasi
Senada dengan Randy.
Syifa Fauziah (29) ikut mendukung proyek pengembangan TOD Dukuh Atas.
Warga Depok itu mengaku setiap hari menggunakan layanan KRL untuk berangkat bekerja sebagai kasir percetakan foto di Jalan Sabang, Kebon Sirih.
Dari Stasiun Pondok Cina, Syifa transit di Stasiun Manggarai untuk menuju Stasiun Sudirman.
Lalu Syifa melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta dari Halte Dukuh Atas menuju Stasiun Sarinah.
BACA JUGA:DUH! Proyek Galian Segede Gaban Makan Separuh Jalan, Pengendara di Tugu Tani Gregetan
Dia mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang terus melakukan perbaikan terhadap fasilitas layanan transportasi.
"Sebenarnya sekarang sudah bagus di Dukuh Atas, transportasi apa aja ada. Tapi kalau mau dibangun lagi agar lebih baik pasti dukung banget," ujarnya.
Jembatan Donat Pangkas
Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno menilai, pengembangan TOD Dukuh Atas mempermudah penumpang berpindah moda transportasi.
"Itu sebenarnya ingin menggabungkan beberapa simpul transportasi menjadi memudahkan orang untuk terintegrasi ya, angkutan umum terintegrasi yang sekarang itu mungkin sudah ada tapi mungkin belum sempurna ya, kalau dibuat melingkar itu berarti tinggal orang milih mau ke mana terdekatnya di mana," kata Djoko kepada Disway.id.
BACA JUGA: UPDATE! Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 14 Oktober 2025, Cek Lokasinya