Kondisi ini membuat seseorang sulit untuk bernapas.
ISPA bisa diklasifikasikan menjadi dua kategori, yakni infeksi saluran pernapasan bagian atas dan infeksi saluran pernapasan bagian bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, dan paru-paru.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), infeksi saluran pernapasan akut ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti virus, bakteri, atau bahkan jamur.
Dampak buruk dari penurunan kualitas udara ini sangat jelas, terutama yang tinggal di perkotaan.
Mereka akan berisiko lebih tinggi terkena ISPA akibat paparan polusi udara.
BACA JUGA:Cuaca Panas Ekstrem! Ini Cara Cek Suhu Real Time Lewat Situs dan Aplikasi BMKG
Partikel-partikel berbahaya seperti debu halu, asap kendaraan bermotor, dan polusi industri bisa merusak saluran pernapasan dan memicu infeksi.
Gejala ISPA
Di musim panas ini, masyarakat penting untuk mengenali gejala ISPA.
Berikut beberapa gejala-gejala ISPA yang perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia.
- Batuk kering atau batuk berdahak
- Hidung tersumbat
- Sakit tenggorokan
- Demam
- Sesak napas atau sulit bernapas
- Sakit kepala
- Nyeri oto dan sendi
- Lemas atau lelah
- Suara serak atau hilangnya suara
- Pilek atau nyeri sinus
- Mual, muntah, atau diare
- Nafsu makan menurun
BACA JUGA:6 Jenis Tanaman Indoor yang Bisa Membantu Mendinginkan Suhu Rumah
Apabila mengalami satu atau lebih gejala di atas, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terdekat.
Cara Mencegah ISPA saat Cuaca Panas
Berikut cara ampuh yang bisa mencegah terjadinya ISPA saat cuaca panas di Indonesia.
1. Minum Air Putih
Saat cuaca panas, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi untuk menghindari dehidrasi.
Idealnya seseorang mengonsumsi air putih 8 gelas (2 liter) per hari atau lebih saat cuaca sangat panas.
BACA JUGA:Daftar Wilayah dengan Suhu Panas Capai 37 Derajat Celcius Siang Ini, Berikut Tips Cegah Heat Stroke!
Dengan tubuh terhidrasi dengan baik, maka bisa membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan dan melarutkan lendir.