Dalam hal ini, dirinya menekankan bahwa isu panas bumi bukan hanya soal bisnis, tetapi telah menjadi bagian krusial dari ekosistem energi nasional.
Saat ini, pemanfaatan sumber energi panas bumi di Indonesia baru sekitar 12 persen. Artinya, masih ada sekitar 80 persen potensi yang bisa dioptimalkan. Menurut Julfi, peluang besar ini hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan ekosistem panas bumi terintegrasi yang dibutuhkan Indonesia.