MAFIA AFF Diberantas! FIFA Resmikan Kompetisi Tandingan Piala AFF, Pemain Diaspora Diuntungkan

Senin 27-10-2025,13:11 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Mafia AFF diberantas, FIFA luncurkan kompetisi tandingan Piala AFF. Timnas Indonesia U-23 ketiban untung tak terduga di SEA Games 2025.

Update diaspora Justin Hubner solid. Ragnar Oratmangoen minim menit bermain. Aksi gila Kevin Diks berujung pembelaan fans Borussia Mönchengladbach.

Perjuangan Pemain Diaspora Timnas Indonesia di Tanah Eropa

Perjuangan pemain diaspora di Eropa terus berjalan dengan dinamika yang naik turun, menjadi pengingat betapa kerasnya persaingan di level tertinggi.

Akhir pekan kemarin, nasib kontras dialami oleh dua pilar penting skuad Garuda, Justin Hubner dan Ragnar Oratmangoen.

Justin Hubner tampil sebagai pengganti ketika Fortuna Sittard dikalahkan FC Groningen 1-2 dalam pekan ke-10 Eredivisie di Offermans Joosten Stadion.

BACA JUGA:Greg Nwokolo Sarankan PSSI Rekrut Thomas Doll Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini Kata Dirtek Alexander Zwiers

Meski menelan kekalahan, Justin Hubner mencatat 65 persen akurasi umpan, tiga tekel, satu blok, enam sapuan, dan tiga kali menang duel.

Dikutip dari Footmap, jebolan akademi Wolves tersebut mendapatkan rating 6,8 bersama Fortuna Sittard.

Pada musim ini total Justin Hubner enam kali bertanding dengan perolehan tiga kartu kuning selama 328 menit.

Sementara itu, nasib yang kurang beruntung justru dialami oleh Ragnar Oratmangoen.

Penyerang skuad Garuda ini harus bersabar lebih lama untuk bisa mendapatkan menit bermain yang signifikan.

BACA JUGA:FIFA ASEAN Cup Resmi Digagas Gianni Infantino, Peluang Emas Jay Idzes Bisa Antar Timnas Indonesia Juara

Dalam laga terakhir bersama klubnya, Ragnar Oratmangoen baru dimasukkan oleh pelatih pada menit ke-90 saat pertandingan sudah akan berakhir.

Timnya pun harus puas dengan hasil imbang. Situasi minim menit bermain yang dialami Ragnar ini tentu menjadi sebuah kekhawatiran kecil.

Namun inilah realita dari sepak bola profesional di Eropa. Persaingan untuk memperebutkan tempat utama sangatlah ketat dan setiap pemain harus terus bekerja keras dalam setiap sesi latihan untuk bisa merebut kepercayaan pelatih.

Kategori :