MAFIA AFF Diberantas! FIFA Resmikan Kompetisi Tandingan Piala AFF, Pemain Diaspora Diuntungkan

Senin 27-10-2025,13:11 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya turun tangan langsung dan mengumumkan lahirnya turnamen baru — FIFA ASEAN Cup, sebuah kompetisi yang digadang-gadang bakal menjadi tandingan langsung Piala AFF.

Langkah ini bukan sekadar pergantian nama. Ini adalah sinyal politik sepak bola global — sebuah pesan dari Zurich untuk Bangkok: “Sudah cukup permainan bayangan di balik AFF.”

BACA JUGA:Jeje Benarkan Ada Pemain Timnas Indonesia Pura-pura Cedera Lawan China, Andre Rosiade: Gue Dibocorin Elite PSSI

FIFA ASEAN Cup, Revolusi Baru Sepak Bola Asia Tenggara

Infantino menyebut turnamen ini akan berada di bawah kalender resmi FIFA. Artinya? Klub-klub di seluruh dunia wajib melepas pemain mereka untuk membela negara.

Bagi Indonesia, ini kabar besar. Tidak ada lagi drama Calvin Verdonk, Jay Idzes, atau Elkan Baggott yang tak dilepas klub.

Semua pemain diaspora bisa tampil, dan Timnas Indonesia akhirnya bisa turun dengan kekuatan penuh di setiap laga resmi.

Inilah revolusi yang tak bisa dilakukan oleh AFF selama bertahun-tahun.

AFF lebih sibuk menjadi panggung politik sepak bola daripada ruang kompetisi sehat.

Ketika negara-negara lain bermain dengan agenda, FIFA kini menegakkan aturan: sepak bola harus universal, bukan milik sekelompok elite regional.

BACA JUGA:Andre Rosiade Ungkap Mayoritas Exco Ingin Shin Tae-yong Balik ke Timnas Indonesia Meskipun Erick Thohir Minta Move On

'Piala ASEAN FIFA' ini bukan sekadar turnamen, tapi bisa menjadi mekanisme pembersihan sistem lama.

Sebuah cara elegan FIFA untuk menyingkirkan dugaan-dugaan mafia dan kepentingan yang menumpuk di tubuh AFF.

Dampak Besar bagi Timnas Indonesia

Dengan status resmi FIFA, keuntungan Timnas Indonesia jelas luar biasa.

Selama ini, pelatih seperti Shin Tae-yong kerap dibuat repot oleh jadwal yang tidak sinkron dengan FIFA Matchday.

Pemain-pemain kunci seperti Ivar Jenner, Calvin Verdonk, dan Sandy Walsh sering tak bisa dipanggil karena klub Eropa menolak melepas mereka.

BACA JUGA:Erick Thohir Ungkap Fakta: Muncul Nama Louis van Gaal dan Frank de Boer Sebagai Calon Pelatih Timnas Indonesia

Kategori :