Pilihan Baru
dr Edwin Ongkoraharjo (kiri) bersama Soedomo Mergonoto (tengah).--
Perlombaan memiliki alat terbaru terus berlangsung. Pesertanya: rumah-rumah sakit. Lomba itu kini masuk ke bidang penyakit laki-laki: prostat.
Nama alat terbaru itu: Rezum. Buatan Amerika.
Begitu barunya belum sampai lima rumah sakit yang memilikinya. Di belahan timur Indonesia baru ada satu. Di Surabaya. Di RS Adi Husada –yang tahun depan genap 100 tahun umurnya.
Tentu sebentar lagi akan banyak rumah sakit yang berlomba memilikinya. Begitu banyak laki-laki yang risau dengan prostat. Ditambah: persaingan antar rumah sakit begitu kerasnya. Saling tidak mau kalah. Membeli alat terbaru sudah seperti senjata untuk menang. Ingin punya terbaru. Termodern. Ingin menjadi ''yang pertama'' memiliki alat baru apa saja.
Tentu itu baik bagi masyarakat –yang mampu membayar ongkosnya. Setidaknya pilihan pun bertambah. Penderita prostat dulu hanya punya tiga pilihan: minum obat, dikerok, dioperasi –disesuaikan dengan tahap sakitnya.
Kini sebelum memutuskan dikerok bisa dicoba dulu dengan direzum. Intinya sama dengan dikerok: prostat yang membesar dikecilkan.
Anda sudah tahu: prostat yang membesar bisa mendesak saluran kencing. Seperti mencekiknya. Akibatnya kencing tidak lancar. Di tahap lanjut, air kencing tidak bisa keluar. Bayangkan sakitnya.
Padahal ada rumus 50-50: yakni 50 persen laki-laki yang umurnya melewati angka 50 mengalami problem itu: prostatnya membesar. Pembesaran itu bisa membuat sebagian sel prostatnya tumbuh tidak normal –lalu jadi benih kanker prostat.
Laki-laki pasti punya prostat. Letaknya di bawah kandung kemih. Ukuran prostat yang normal hanya sebesar biji kenari. Panjang 3cm, lebar 2 cm. Posisinya mengelilingi saluran kencing. Saluran kencing itu memang dibuat melewati tengahnya prostat.
Dengan posisi seperti itu ketika laki-laki seperti Anda mengalami ejakulasi, prostat Anda bisa memblokade saluran kencing. Dengan demikian yang bisa melewati penis Anda hanya sperma. Sperma tidak tercampur dengan air kencing.
Bayangkan bila di saat Anda konsentrasi untuk ejakulasi, air kencing Anda terikut di sperma. Kasihan wanitanya.
Fungsi lain prostat adalah terkait dengan sperma itu sendiri: ikut memproduksi sperma. Sekitar 30 persen sperma diproduksi di prostat.
Bagian sperma yang diproduksi di prostat itu mengandung alkalin. Itu penting agar sperma Anda tetap hidup sehat di tengah vagina basah yang asam. Dengan demikian sperma yang keluar ke vagina tetap hidup dan bisa bergerak.
Sperma yang berasal dari prostat juga mengandung enzim dan beberapa zat lainnya. Khasiatnya: agar sperma bisa bertahan lebih lama di ''iklim'' vagina. Juga agar bisa berenang lebih cepat –menuju terminal akhir.
Kelenjar prostatnya sendiri berfungsi ikut mendorong sperma itu keluar di saat terjadi ejakulasi.
Kian tambah umur biji kenari itu kian besar. Ada obat yang bisa menahan pembesaran itu. Harus diminum seumur hidup. Belum tentu berhasil.
Yang populer dilakukan selama ini –kalau kegiatan kencingnya sudah sangat mengganggu– pengerokan. Prostat yang membesar dikerok. Caranya: kateter dimasukkan ke lubang kemaluan, didorong menuju lokasi prostat. Di ujung kateter dipasangi alat pengerok. Berarti alat itu harus membelah dinding saluran kencing –untuk mengurangi besaran prostat di sekitar saluran kencing.
Setelah dilakukan pengerokan saluran kencing bisa membuka lebih besar. Kencing bisa lancar. Tapi ada tapinya: saat ejakulasi sperma tidak bisa keluar dari kemaluan. Sperma itu kembali masuk ke saluran kencing yang sudah diperbesar –lalu pada saatnya keluar bersama air kencing.
Tapi itu tidak bahaya. Juga tidak mengganggu ejakulasi. Laki-laki tetap bisa ereksi. Tetap bisa ejakulasi. Perasaan saja terganggu: kok tidak terlihat spermanya keluar. Perasaan Anda tentu terganggu –apalagi perasaan yang di bawah.
Rezum tidak seperti itu. Prinsipnya sama. Kateter dimasukkan ke lubang kemaluan, didorong menuju lokasi prostat. Di ujung keteter ada jarum. Jarum itulah yang menembus dinding saluran kencing –menuju kelenjar prostat.
Di bagian prostat yang dekat dengan saluran kencing jarum itu mengeluarkan uap. Uap air panas. Suhu uapnya mencapai 103 derajat Celsius.
Dengan suhu uap di atas 60 derajat sejumlah sel prostat di dekat jarum lama-lama bisa mati sendiri. Mati secara sehat. Dengan matinya sejumlah sel, prostat pun mengecil.
"Dari pengalaman saya, hasilnya baru bisa dirasakan setelah dua atau tiga bulan," ujar dr Edwin Ongkoraharjo, spesialis urologi (Unair) yang juga Dirut RS Adi Husada.
Dalam sebulan terakhir sudah 10 pasien ditangani di rumah sakit itu. Dua pasien tidak jadi dikerjakan karena ada indikasi masuk tahap kanker prostat.
Adi Husada adalah satu dari lima rumah sakit anggota Forkom: Husada Jakarta, Telogo Rejo Semarang, RS Dr Oen Solo, Adi Husada Surabaya, dan Panti Nirmala Malang.
Itulah rumah-rumah sakit milik perkumpulan Tionghoa. Di masa sebelum lahir Indonesia warga Tionghoa punya banyak perkumpulan. Mereka punya rumah sakit. Punya sekolah-sekolah Tionghoa. Punya rumah dansa. Rumah musik.
Masing-masing perkumpulan independen. Bentuk lembaganya, umumnya ''perkumpulan''. Bukan yayasan. Bukan perseroan.
Tahun lalu Telogo Rejo genap berumur 100 tahun. Tahun sebelumnya Husada Jakarta 100 tahun. Tahun depan Adi Husada 100 tahun. Perkumpulan yang menaungi Adi Husada memang didirikan tahun 1927 –bersamaan dengan tahun berdirinya Persebaya.
"Saya juga bonek Pak," ujar Edwin. "Sampai sekarang pun masih sering nonton di Gelora Bung Tomo," tambahnya.

--
Edwin bercerita, Adi Husada membeli rezum atas instruksi ketua umum perkumpulannya. Namanya: Soedomo Mergonoto. Anda sudah tahu siapa Soedomo: konglomerat pemilik kopi Kapal Api.
Kini tokoh-tokoh besar bisnis di Surabaya kumpul di Adi Husada. Termasuk Wen Tjin yang punya pabrik emas sangat besar.
Mereka sebenarnya anggota baru. Bukan pendiri. Ayah mereka pun belum lahir di tahun itu. Mereka ingin membuat Adi Husada menjadi rumah sakit yang modern.
Pembenahan terus dilakukan. Di ulang tahun ke 100-nya tahun depan hasil modernisasi itu sudah terlihat.
Meski ini rumah sakit Tionghoa, pasien utamanya tiga kelompok: Tionghoa, Madura, dan Arab. Lokasinya memang dekat pecinan Kembang Jepun. Dekat pula kampung Arab di Ampel. Komunitas besar Madura juga tinggal di Sidotopo, dekat Adi Husada.
Sudomo kini praktis jadi juru selamat di kalangan Tionghoa. Juga juru damai di banyak bidang. Termasuk di sekolah Tionghoa, Xin Zhong. Lalu di kelenteng tua Tuban.
Sebagai pengusaha besar, ide Soedomo sangat banyak. Pun sampai ke soal perlunya Adi Husada beli rezum.
"Dengan rezum, sperma bisa tetap bisa keluar lewat kemaluan," ujar Edwin. "Tapi saya tidak mau banyak ditanya soal ini. Kesannya bisa seperti jualan," katanya.
Kian lama prostat seperti kian tidak menakutkan laki-laki. Apalagi perempuannya. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 7 Januari 2026: Timtim Maduro
Macca Madinah
Amser (baca: Trump) bisa jadi gusar sekali kalau Venezuela tidak dalam cengkeramannya karena satu hal penting: wanita cantek! Bayangken, dari berbagai negara di dunia ini, termasuk aneka latinonya, para wanita Venezuela telah mengambil 6 gelar Miss World, sementara Miss Universe 7 gelar! Aset alam yang tidak main2.
Taufik Hidayat
Panama juga akhirnya memisahkan diri pada 1903. Ini juga karena pengaruh Amerika yang akhirnya membangun Terusan Panama yang dibuka pada 1914. Terusan Panama ini sebetulnya mulanya dibangun Perancis namun gagal karena bayak pekerja meninggal oleh malaria dan kontör tanahnya bukan seperti terusan Suez . Akhirnya jadilah seperti sekarang. Bahka Panama sendiri tidak punya uang kertas karena pakai IS Dollar dan uang lokal Balboa hanya ada uang logam. Peristiwa penangkapan Maduro di Caracas yah mirip mirip penangkapan Noriega pada 1989 oleh Amerika juga . Yah begitulah dunia …
Warok ponorogo
Dr Elfatha, produk akadenis anomali anak anak TumTim yg kuliah di Unud. Kilas balik, mahasiswa TimTim era 90 an, dengan embel2 tugas belajar atau beasiswa utusan daerah mereka nyantai dan leha leha kuliah di Unud jurusan Teknik Mesin tahun 90 an. Toh, begitu balik PNS di lingkungan provinsi TimTim menanti. IPK minim dan lama studi diatas 5 tahun, hal biasa terjadi. Gaya penulisan Dr Elfatha, sepakat kalimat2nya singkat, padat dan langsung pada inti persoalan yang ingin disampaikan. Menggelitik untuk mengomentari posisi kita di percaturan polutik Internasional. Posisi menjadi negara yang ikut makan di meja makan ataukah menjadi hidangannya. Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai presiden dewan HAM PBB per 8 Jabuari 2026, seharusnya pisisi Indonesia di meja makan dunia, bukanlah yg ikut memegang garpu dan bukan menjadi hidangannya, tapi menjadi kontroler dan tuan rumah yang meniliki hak penuh mengaturnya.
Taufik Hidayat
Menarik juga kisah Trump dan Maduro kalau kita ulik dari nama mereka. kata Maduro yang buat orang Indoensia mengingatkan akan Madura ini dalam bahasa Spanyol sebenarnya bermakna Matang atau bahasa Inggris mature. Jadi buah yang matang atau orang yang sudah matang disebut Maduro.. Jangan lupa Maduro untuk laki laki sedang untuk perempuan jadi Madura.
Mukidi Teguh
Amerika sudah lama mempraktekkan penegakan hukum ekstratoritorial. Nusantara pernah kena getahnya. Tahun 1831, Kapal Dagang Friendship milik AS diserang oleh masyarakat Kuala Batee. Penyebabnya, salah paham dan dugaan kecurangan dalam berdagang. Tahun berikutnya, Presiden Andrew Jackson mengirimkan USS Potomac untuk membombardir Kuala Batee. Kurang lebih 450 penduduk tempatan tewas, termasuk perempuan dan anak-anak. Jadi kalo sekarang mereka menyerang Venezuela, maka itu adalah pengulangan sejarah masa lalu, sejarah nenek moyang mereka. [noAI]
Wilwa
@Juve. Kayaknya Tiongkok lagi-lagi kalah narasi. Berita yang beredar seolah menarasikan bahwa USA lebih canggih teknologinya. Padahal bisa jadi Tiongkok itu punya ilmu “padi merunduk”. Makin matang makin “humble”. Tidak “flexing” kayak USA. Baca berita SCMP (South China Morning Post) bikin geli bagaimana Menhan USA “flexing”: China, Russia won’t ‘dare test’ US, says Hegseth after show of military might in Venezuela. 6 Jan 2026. US Secretary of Defence believes show of ‘absolute deterrence’ sends clear message to their ‘enemies’ and the ‘world is taking notice’. Hmmm. Tapi Hegseth memang perlu menaikkan semangat dan popularitas Trump, Republican dan militer USA di tengah kemunduran dan kekacauan ekonomi yang disebabkan tarif ngawur. Seperti yang dikatakan Prof Richard David Wolff, kolega Janet Yellen, Trump menculik Maduro untuk menyembunyikan atau mengalihkan perhatian publik atas kemerosotan ekonomi USA yang makin parah
Juve Zhang
@wilwa ....para ahli minyak pun malas urus minyak Venezuela lokasi sangat dalam dan Beaya tinggi makanya banyak perusahaan minyak Amerika mundur dulu gak ekonomis hanya Chevron yg masih operasi sampai sekarang....dan Maduro sudah menawarkan kerjasama sama perusahaan minyak Amerika lainnya.... masalah nya itu Gak ekonomis dan kebutuhan minyak juga sudah gak sebanding dengan produksi...semua negara produksi minyak otomatis cari pembeli agak kerepotan satu satunya pembeli jumbo hanya Tiongkok itupun mulai pelan pelan beralih ke energi non Fossil...
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
ROBOT DAN AI DIBUAT OLEH MANUSIA: LAYAK KAH IA MENUNTUT STATUS HUKUM SEPERTI MANUSIA? Efatha menarik bukan hanya karena usianya yang 31 sudah doktor, tapi karena kegelisahannya yang “tidak biasa”. Ia bergerak zigzag—politik, pertahanan, hukum—namun justru sampai ke satu pertanyaan paling dasar: bagaimana jika robot mulai menuntut hak hukum, diperlakukan seperti manusia? Ia mengajar perang, terorisme, dan kekerasan politik, tapi disertasinya justru membedah robot dan AI. Kontras ini menarik. Seolah Efatha ingin berkata: perang masa depan bukan hanya soal senjata, tapi soal status, hak, dan legitimasi. Siapa yang diakui sebagai subjek hukum, dan siapa yang tidak. Contoh Sophia—robot yang mendapat kewarganegaraan—bukan sekadar anekdot lucu. Itu alarm. Manusia imigran antre bertahun-tahun, robot malah langsung dapat paspor. Dunia ini makin canggih, tapi juga makin absurd. Apakah robot dan AI akan “kemanungsan”? Dalam waktu dekat, mungkin belum secara utuh. Tapi tanda-tandanya sudah ada: 1). dihormati, 2). didengar, bahkan 3). diberi status. Tinggal satu langkah lagi: dimintai tanggung jawab. Dan di situlah kegelisahan Efatha jadi penting. Sebelum robot mengklaim hak, manusia perlu memastikan satu hal: Jangan sampai kita kehilangan kemanusiaan lebih dulu.
mario handoko
selamat pagi bpk agus. tiongkok yang tidak suka pamer. terjadi di masa deng xiaoping, hu yaopang, zhao ziyang, jiang zeming dan hu jintao. di masa ketua mao dan ketua xi? "da zhong lian chong pang zi." alias menampar muka sendiri agar tampak gemuk.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Juve dan pak Wilwa.. KENAPA DEFENSE RUSIA–TIONGKOK DI VENEZUELA TERLIHAT “MUDAH LUMPUH”? Jawaban singkatnya: Bukan soal kalah pintar, tapi soal niat, versi teknologi, dan konteks politik. 1). Pertama, soal E-3 vs E-7. Benar, E-3 itu teknologi jadul. Kalau yang dipakai AS di lapangan sudah E-7, maka wajar sistem lama terlihat “kalah”. Tapi ini bukan bukti Rusia–Tiongkok payah, melainkan Venezuela tidak diberi versi terbaru. Teknologi mutakhir itu mahal, sensitif, dan biasanya disimpan untuk diri sendiri—bukan untuk negara yang ekonominya megap-megap. 2). Kedua, radar dan jamming. Sangat mungkin sistem radar di Venezuela masih bergantung pada GPS, bukan Beidou. Kalau begitu, mudah dijamming AS. Radar secanggih apa pun, kalau “matanya” ditutup, ya rabun juga. 3). Ketiga, laser. Laser bukan senjata ajaib tanpa sistem deteksi. Ia butuh cueing—data target dari radar atau sensor optik. Tanpa itu, laser cuma jadi pointer mahal. 4). Keempat, soal uang. Klaim Venezuela “mati karena SWIFT” itu setengah benar. Untuk USD iya. Tapi untuk transaksi dengan Tiongkok, CIPS dan RMB tetap jalan. Jadi bukan tak dapat uang—hanya tak dapat dolar. ### Ini bukan duel teknologi murni. Ini kombinasi versi downgrade, kalkulasi politik, dan perang yang sengaja tidak dinaikkan levelnya. Sun Tzu tersenyum. Menang tanpa pamer.
ra tepak pol
Mana yang asli atau diambil dari sumber lain? Fenomena tulisan identik dengan nama penulis yang berbeda (atau tanpa nama penulis yang konsisten di berbagai media) sering terjadi dalam distribusi artikel opini atau siaran pers di media daring Indonesia. Berdasarkan lini masa publikasi: • Artikel "Operasi 300 Menit" terpantau muncul lebih awal di beberapa portal berita utama pada 5 Januari 2026. • Banyak portal berita mengunggah tulisan ini sebagai kolom "Opini" atau "Publika" yang sering kali merupakan kiriman dari kontributor atau pakar tertentu. • Mengingat Dr. Efatha Duarte memiliki rekam jejak sebagai pemenang lomba penulisan artikel strategis militer pada akhir 2025, ada kemungkinan ia adalah penulis asli atau kontributor utama analisis tersebut, sementara Romo Yos Bintoro (sebagai perwira TNI AU) mungkin membagikan atau menulis ulasan serupa dalam perspektif superioritas udara. Namun, tanpa atribusi tunggal yang tegas dari seluruh media, tulisan ini tampaknya beredar sebagai analisis strategis (syndicated content) yang kemudian dikutip atau dimuat ulang oleh berbagai pihak dengan judul yang sedikit dimodifikasi.
Liam Then
Lah , mana bisa dibubarkan, peran 750-an pangkalan militer di seluruh dunia itu untuk pastikan dominasi USD di dunia. Cuma masalahnya, Tiongkok muncul tiba-tiba, perkembangan penguasaan teknologinya meroket dalam 20 tahun belakangan ini. Tak disangka-sangka oleh Amerika, praktisnya mereka kecolongan. Sebenarnya mereka bukan kecolongan sih, karena kalo diingat-ingat propaganda anti Tiongkok blok barat sudah ada bahkan sejak tahun 2000. Cuma tak kuasa tahan laju kemajuan Tiongkok. Mungkin akibat terlalu sibuk perang. Amerika ini sungguh luar biasa memang dari 1990- akhir-akhir ini sibuk perangnya, di Afganistan dan Iraq paling habis banyak 4 triliun dollar di kedua medan perang itu. Bayangkan kalo 4 triliun dollar itu digunakan untuk bangun dalam negeri. Tiongkok mana mampu kejar ketertinggalan?
David Kurniawan
pola ini saya sudah tau lama di tahun 2023 lewat film Seal Team session Terakhir. Pasukan khusus itu tidak lagi mengejar teroris dialihkan memburu gembong narkoba,karena Narkoba merusak hebat America. jadi kalo maduro ditangkap ya itu jackpot. punya aalasan untuk tangkap dan dapet miyak ... nikmat mana lagi. saya sendiri pola Trump ini saya setuju. Indonesia kuwalahan sama Judol , masyarakat indonesia habis sama judol uang judol lari keluar negeri . kamboja katanya.. kenapa kita tidak main main seperti trump. ga perlu terlalu hingar bingar operasi senyap saja. Culik bandarnya.. bakar kantornya... pulang ke indonesia. ga perlu pers ga perlu sefie. kalo ada huru hara kasih aja ke pak menlu. konon pak menlu belum bekerja sekeras yang lainnya. hehehe
Liáng - βιολί ζήτα
izin nimbrung untuk "iseng-in" siapa saja yang mungkin akan merasa "ter-iseng-i" di pagi buta ini..... Seandainya Pak Mirza Mirwan masih aktif berkomentar, sepertinya CHDI hari ini sudah "ketinggalan kereta"..... "tertinggalnya pun sudah antar provinsi"..... wkwkwkwkwk..... Tulisan di The Guardian - edisi Sun 4 Jan 2026 18.30 GMT - dan juga portal-portal berita utama lainnya di Amerika, tentu saja menjadi bacaannya Pak Mirza.... Dan..... seperti biasanya, tulisan-tulisan Pak Mirza mengenai Amerika (juga mengenai Timur Tengah) selalu menarik, dengan wawasan Beliau yang luas juga pemahamannya yang mendalam dan analisisnya yang tajam..... Silakan bagi yang berminat, ditelusuri saja link di bawah ini..... dan mungkin Anda akan paham apa maksudnya "sebelas - duabelas" yang sering Anda dengar itu..... https://www.theguardian.com tactical-surprise-and-air-dominance-how-the-us-snatched-maduro-in-two-and-a-half-hours
pak tani
Jangan lupakan orkestra kapal perang pendukung militer ini. Selain banyaknya tipe pesawat yang digunakan, armada kapal yang terlibat juga tidak kalah keren variasinya. Mirip orkestra udara US. Kapal perang US juga memiliki orkestra yang tidak kalah menawan. Iwo Jima, Jason Dunham, Stockdale, Gravely, Lake Erie, serta dukungan kapal selam US,. Dan yang paling kritikal tentu pengaktivan kembali pangakalan militer Roosevelt di Puerto Rico. Ini bisa jadi calon film box office kedepannya. Top!
Ciga Sama
Saya kaget. Saya terhenyak. Baru menemukan gaya penulisan seperti ini. Dia menekan keras, tapi tidak berteriak. Opini disampaikan tanpa agitasi. Lebih ke: dingin, tajam, mengancam. Tidak ada humor. Tidak ada basa-basi. Tidak ada empati personal. Karena empati melemahkan analisis. Dia anti Mahbub, juga anti Dahlan. Mahbub: ironi halus, senyum tipis, mengajak berpikir. Efatha ini: menekan, menggertak, membuat takut secara intelektual. Ibaratnya, Mahbub itu “kopi pahit sambil merenung”. Yang ini: “espresso dobel jam dua pagi”. Membuka mata dengan rasa sakit. Tulisan ini bukan informasi. Ini rekonstruksi medan. Tapi sayang, tulisan itu tidak sampai di grup WA saya. Mungkin karena sistem tahu: saya bukan variabel penting.
Dwi Marfuji
Tiga kali kaget. Pertama satu negara bisa melakukakan hal itu ke negara lainnya. Kedua PBB dan negara-negara lain belum merespon secara berarti, terutama sekutu Venezuala yakni Rusia dan Cina masih belum bergerak. Kaget ketiga, ada tulisan seidentik ini dengan tulisan Pak Dis. Terlepas penggunaan EYD tapi tetap enak dibaca. Diluar itu semua ada velue nya tulisan ini. "Semoga kita lekas bangun sebelum dimakan" Suka dengan ending tulisan ini. Dan satu kata untuk tulisan ini, salute!
Antonius Anang Dwi Kuncoro
kuncinya satu sebetulnya. Miliki NUKLIR, dan g akan ada yang macem2 sama negaramu
sigit
Serangan AS ke Venezuela apakah membangunkan singa tidur? Tentu nasionalisme rakyat Venezuela akan bangkit bila framing Venezuela sebagai citra politik yang baqus sudah terbentuk di Venzuela..Tidak ada lawan politik yang begitu getol melawan Maduro. Saat ini diberitakan masih ada perbedaan tajam di rakyat Venezulea ... Ada yang senang, karena dengan harapan ada perubahan ekonomi dan yang protes, karena mereka loyalis Maduro, Pelajaran berharga bagi pemimpin apapun, bahwa Jabatan enak saat duduk dikursinya, tapi tidak menyenangkan saat berdiri, apalagi tidur di atas kursi kekuasaan alias tidak berbuat apa apa hanya memanfaatkannya... Kursi bisa patah, enak duduk bersila daripada duduk di kursi..... Duduk bersila tanda kerendahan hati, merasa sejajar dengan rakyat.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
FOKUS STRATEGI AS PADA "PUSAT GRAVITY".. Upaya Amerika Serikat menekan rezim Venezuela menunjukkan wajah perang modern yang bukan selalu berupa "invasi militer terbuka". Strategi yang digunakan berfokus pada pusat "gravitasi" -- center of gravity/CoG, yakni: 1). kepemimpinan nasional sebagai simpul utama legitimasi politik, 2). kendali kekuasaan, dan 3). loyalitas militer. Kasus Venezuela memperlihatkan tekanan terkoordinasi melalui sanksi ekonomi, isolasi diplomatik, delegitimasi hukum, dan dukungan terhadap oposisi, dengan Presiden Nicolas Maduro sebagai target utama. Pendekatan ini bertujuan melumpuhkan sistem negara dari dalam "tanpa perang konvensional berskala besar". Strategi CoG bukan konsep baru. Akar pemikirannya berasal dari Carl von Clausewitz dan berkembang dalam doktrin militer modern AS, termasuk model Five Rings John Warden yang menempatkan kepemimpinan sebagai lapisan terdalam dan paling menentukan. Pola serupa terlihat dalam berbagai operasi AS saat memburu: 1). Presiden Panama, Manuel Noriega (1989); 2). Presiden Irak, Saddam Hussein (2003); 3). Presiden Libya, Muammar Gaddafi (2011); 4). Presiden Guatemala, Alfonso Portillo (2013); 5). Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandes (2022); dan sekarang 6). Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Jadi ini bukan yang pertama AS lakukan. Referensi: Askara.co. 6 Januari 2026. Penulis: Marsda TNI Budhi Achmadi, Asisten Strategi Panglima TNI..
Murid SD Internasional
Tolong perkuat prajurit-prajurit TNI kita dengan teknologi: 1. Cloud Military Computing. 2. AI-Driven Mission Planning. 3. Autonomous Drones. 4. Unmanned Ground Vehicles (UGV). 5. AI Counter-Drone Systems. 6. AI Target Recognition. 7. Swarm Robotics. 8. Cyber Defense AI. 9. Quantum Computing for Military Defense. 10. Hypersonic Weapons. 11. Directed Energy Laser. 12. Augmented Reality Trainings. 13. AI Logistics Optimization. 14. Autonomous Naval Vessels. 15. Exo-Skeletons for Soldiers. 16. Bio-Tech Soldier Enhancements. 17. Satellite AI Monitoring. 18. AI-Enabled Electronic Warfare. 19. Autonomous Drone Launch Platforms. 20. Dual-Use AI Systems.
Murid SD Internasional
Saya akan sangat sedih jika prajurit-prajurit TNI kita belum dibekali dan tidak dibekali dengan penguasaan teknologi seperti yang dipaparkan Pak Dosen Dr Efatha di atas :( Saya tidak mau jika prajurit-prajurit TNI kita hanya terhenti di misi ketahanan pangan dengan menanam singkong :( Saya mau prajurit-prajurit TNI kita segera eskalasi posisi ke misi ketahanan digital, ketahanan cyper-security, ketahanan artificial-intelligence, ketahanan blockchain-technology, ketahanan teknologi cloud :(
yea aina
Doktor Efatha yang membaca berita Karakas itu dengan rasa getir. Pahit. Lalu mengandaikan, jika peristiwa yang sama terjadi di sini. Argumentasinya jelas, karena kita di mata para pengincar potensi SDA: nikel, baru bara murah, laut yang luas dan posisi di lintasan khatulistiwa. Terlalu seksi. Kopi tanpa gula memang pahit. Tapi di lidah penikmat kopi tulen, bisa seperti ada manis-manisnya. Mungkin peristiwa Karakas di mata intelektual politik terasa pahit, tapi ada manis-manisnya bagi politikus Paman Sam dan ordalnya di Karakas: Maduro lengser. Kalau hal itu menimpa kita, siapa yang paling berpotensi menjadi ordalnya AS, Anda semua sudah tahu.
Dahlan Batubara
Benarkah faktor narkoba?? AS menguasai Afghanistan selama 20 tahun (Okt 2001- Agt 2021). Dua dekade itu AS menempatkan presiden boneka di negara tersebut. Selama itu pula Afghanistan tetap ekspotir opium dunia. AS tidak mampu melenyapkan opium selama pendudukan itu. Lalu, setelah Taliban mengambil-alih kekuasaan di Afghanistan opium dihancurkan. Ladang2 dimusnahkan, pelaku yg bandel dihukum. PBB dan lembaga2 internasional terkejut melihat kemampuan Taliban menghancurkan keberadaan opium hingga 97% hanya dalam tempo sesingkat2nya. Kabarnya penguasa Taliban hanya membutuhkan 3 bulan operasi pemberantasan.
Liáng - βιολί ζήτα
Oom Liam Then, Yangkung Agus Suryonegoro, Matur nuwun reply comnentnya. Barusan ada yang nge-WA..... maksudnya "sebelas - duabelas" dalam tulisan saya di bawah itu, apaan ya ?? Maksud saya : saya yakin koq 100%, itu tulisan tulisan yang beredar di medsos pasti mengutip dari sumber berita di Amerika sono.... Bagaimana mungkin mereka bisa tahu detail penyerangan tersebut ?? Ikut dalam operasi militer tersebut sebagai wartawan perang atau bagaimana ?? Sudah pastilah, informasinya dari sumber militer Amerika. Lantas siapa yang pertama-tama mendapatkan informasi tersebut ?? Sudah pasti pers di Amerika sono !! Dan..... tulisan tulisan yang lain, termasuk pers di sini, sudah pasti mengutip dari pers-nya Amerika. Abah DI mah yang gini aja dibikin heboh..... Wkwkwkwkwk.....
Wilwa
@Juve @Liam. Nemu nih artikel berita soal USA butuh “heavy crude oil” / minyak mentah “berat”. Dari The Guardian. Dense, sticky and heavy: why Venezuelan crude oil appeals to US refineries. 5 Jan 2026. Jillian Ambrose. The Guardian dot com. Hmmm. Rupanya kilang penyulingan di USA yang kebanyakan sudah jadul itu hanya cocok untuk menyuling minyak mentah yang jenuh/kental, lengket, berat. Sebelum USA mengembargo minyak mentah Venezuela, USA memproses 3 juta barrel minyak mentah dari Venezuela. 3 juta itu konon separuh dari total 6 juta barrel impor minyak mentah yang kental itu dari tetangga seperti Kanada, Meksiko, Kolombia. Trump nafsu untuk kembali ke masa dimana impor minyak mentah kental lengket berat dari Venezuela diproses di kilang penyulingan / distillation di dalam negeri USA. Make America Great Again. Menyerap jutaan tenaga kerja. Mengaktifkan kembali kilang yang kini sudah berkarat karena lama tak dipakai. Begitulah homo sapiens USA ala Trump. Lupakan global warming. Climate change cuma hoax di mata Republicans. Drill baby drill! Bor terus! Persetan dunia makin panas dan polutif serta penuh bencana kelak. Nikmati hari ini!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 100
Silahkan login untuk berkomentar