Profil Josh Robinson, Pemain Keturunan Malaysia yang Pernah Tumbuh di Akademi Arsenal

Senin 27-10-2025,14:51 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Nama Josh Robinson mungkin belum terlalu dikenal di jagat sepak bola dunia, namun pemain berusia 20 tahun ini memiliki latar belakang menarik. 

Lahir di Leytonstone, Inggris, Robinson ternyata memiliki darah Malaysia dari sang ibu, sementara ayahnya berasal dari Jamaika.

Pemain kelahiran 20 Desember 2004 itu terakhir kali tercatat membela akademi Arsenal, sebelum kini berstatus tanpa klub.

Meski begitu, perjalanan kariernya sejak kecil menunjukkan potensi besar dan tekad kuat untuk terus berkembang di dunia sepak bola.

BACA JUGA:Bukan Salah Sebut Prabowo Saja, Blunder Malaysia Juga Minta Maaf ke Singapura

Awal Mula Josh Robinson Jadi Pesepak Bola

Josh Robinson tumbuh di kawasan Leyton, London Timur. Sejak kecil, ia aktif dalam berbagai olahraga, termasuk renang dan atletik. Namun, kecintaannya terhadap sepak bola muncul ketika melihat teman-teman di lingkungan sekitar bermain bola.

“Saya pikir sepak bola terlihat menyenangkan, jadi saya mulai mencobanya,” ujarnya dalam wawancara bersama Arsenal.

Awalnya, Robinson hanya menganggap sepak bola sebagai kegiatan sampingan. Tapi seiring waktu, bakatnya mulai terlihat, terutama saat ia mulai bergabung dengan tim sekolah dan beberapa akademi lokal.

BACA JUGA:PM Malaysia Sebut Dunia dalam Ketidakpastian: ASEAN Harus Rumuskan Arah untuk Harapan Rakyat

Dari Sayap ke Lini Belakang

Ketika kecil, Robinson berposisi sebagai pemain sayap, terinspirasi oleh gaya bermain Douglas Costa yang cepat dan eksplosif.

Ia juga mengagumi Paul Pogba, terutama karena kemampuan teknis dan kepercayaan dirinya di lapangan.

Namun, saat bergabung dengan tim pra-akademi Arsenal, pelatih melihat potensi lain dalam dirinya.

Robinson kemudian digeser menjadi bek sayap, posisi yang ternyata sangat cocok dengan kemampuannya.

“Pelatih melihat saya bagus dalam bergerak naik-turun di sisi lapangan. Saya senang menyerang, tapi juga tidak keberatan bertahan. Jadi posisi bek sayap terasa pas buat saya,” jelas Robinson.

Menurutnya, pengalaman bermain sebagai winger sangat membantu saat menjalankan peran sebagai bek sayap modern — yang menuntut kemampuan menyerang sekaligus disiplin dalam bertahan.

Kategori :