Bukan Salah Sebut Prabowo Saja, Blunder Malaysia Juga Minta Maaf ke Singapura
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat pembukaan KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Minggu (26/10/2025).--
JAKARTA, DISWAY.ID– Radio Televisyen Malaysia (RTM) meminta maaf atas dua kekeliruan fatal dalam siaran langsung KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Minggu (26/10).
Komentator RTM salah menyebut Presiden RI Prabowo Subianto sebagai mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong sebagai mantan PM Lee Hsien Loong.
Malaysia akhirnya menyampaikan permintaan maaf resmi kepada pemerintah dan rakyat Indonesia serta Singapura atas blunder tersebut, yang memicu sorotan di tengah agenda serius forum regional.
BACA JUGA:Presiden Afsel Undang Prabowo Hadiri KTT G20 di Johannesburg
Kekeliruan terjadi saat siaran kedatangan pemimpin ASEAN di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC). Komentator RTM menyebut Prabowo, yang disambut PM Malaysia Anwar Ibrahim, sebagai "Presiden RI Joko Widodo".
Tak hanya itu, PM Singapura Lawrence Wong, oleh komentator disebut sebagai Lee Hsien Loong, yang sudah mengakhiri jabatannya pada Mei 2024. Insiden ini terdeteksi wartawan internasional di media center, memicu reaksi cepat dari RTM.
RTM merilis pernyataan resmi pada hari yang sama: “Kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, pemerintah serta rakyat Singapura atas kesalahan dalam siaran langsung KTT ASEAN ke-47.”
BACA JUGA:Trump Puji Prabowo di KTT ASEAN: Dukungan Indonesia Bawa Masa Depan Baru bagi Timur Tengah
Departemen Penyiaran Malaysia mengakui hasil penyelidikan internal menunjukkan kekeliruan identifikasi oleh komentator, dan telah mengambil tindakan tegas, termasuk penguatan pengawasan editorial dan verifikasi fakta.
Pemerintah Malaysia menyebut insiden ini sebagai “kesalahan teknis yang disesalkan” tanpa elaborasi lebih lanjut.
Permintaan maaf Malaysia diterima dengan sikap positif oleh Indonesia dan Singapura.
Sekretaris Kabinet Indonesia Teddy Indra Wijaya menyatakan, “Kami terima maaf RTM dengan lapang dada. Hubungan bilateral RI-Malaysia tetap erat.”
Pihaknya fokus pada agenda KTT seperti perdagangan dan keamanan regional.
BACA JUGA:PM Malaysia Sebut Dunia dalam Ketidakpastian: ASEAN Harus Rumuskan Arah untuk Harapan Rakyat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: