Tak lama berselang, Patrick Kluivert, yang baru melatih selama 10 bulan, juga diberhentikan akibat performa tim yang belum memenuhi ekspektasi.
Kompensasinya diperkirakan mencapai Rp30–40 miliar, bahkan bisa lebih jika seluruh klausul kontrak diaktifkan.
Situasi ini menjadi beban besar bagi keuangan federasi, terutama ketika PSSI masih fokus membenahi kompetisi nasional dan infrastruktur sepak bola.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keputusan manajerial di sepak bola tidak hanya berdampak pada performa, tetapi juga stabilitas finansial organisasi.
Andre Rosiade Sindir PSSI: Rapat Evaluasi Tertunda, Erik Thohir Disebut Sita HP Wartawan
Situasi di tubuh PSSI semakin panas usai kegagalan Timnas Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Hingga kini, rapat evaluasi besar yang dijanjikan belum juga digelar.
Anggota DPR RI sekaligus penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, menyindir keras Ketua Umum PSSI Erik Thohir yang dianggap terlalu lama menunda evaluasi.
Menurutnya, sudah lebih dari dua minggu sejak kekalahan dari Arab Saudi dan Irak, tetapi belum ada langkah konkret.
Andre Rosiade menegaskan bahwa Timnas Indonesia adalah milik seluruh rakyat, bukan sekadar federasi, sehingga evaluasi harus segera dilakukan secara transparan dan objektif.
Ia juga menyoroti kabar bahwa dalam sebuah pertemuan tertutup dengan media, Erick Thohir disebut sempat menyita ponsel wartawan demi menjaga kerahasiaan rapat.
Sementara itu, anggota Exco PSSI Arya Sinulingga menjelaskan bahwa rapat belum digelar karena Erick Thohir masih berdiskusi dengan direktur teknik Alexander Zwiers terkait calon pelatih baru.
Akan tetapi publik mendesak agar PSSI segera memberikan arah yang jelas bagi masa depan sepak bola Indonesia.