BACA JUGA:Israel Izinkan Palang Merah dan Mesir Masuk Gaza, Perluas Pencarian Jenazah Sandera
Situasi Lebanon Memanas
Serangan ini terjadi hampir setahun setelah kesepakatan gencatan senjata yang mengharuskan Hizbullah melucuti senjata dan menarik pasukannya dari Lebanon selatan, menyusul kerugian besar yang dialami kelompok tersebut, termasuk hilangnya sejumlah petinggi dan sekitar 5.000 pejuang.
Meski demikian, Israel sejak itu tetap melancarkan beberapa serangan terhadap target di Lebanon, menuduh Hizbullah masih aktif beroperasi dan menghambat proses demiliterisasi.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengutuk keras serangan terbaru Israel. Ia meminta komunitas internasional segera bertindak untuk menghentikan eskalasi lebih lanjut, mengingat kekhawatiran warga Beirut akan kemungkinan terulangnya serangan harian seperti pada konflik tahun sebelumnya.