Dompet Dhuafa Resmikan Industri Komunal Nanas Subang, Siap Serap Ribuan Penerima Manfaat

Kamis 27-11-2025,19:50 WIB
Reporter : M. Ichsan
Editor : M. Ichsan

Secara keseluruhan, investasi pembangunan industri hingga tahap operasional berada pada kisaran Rp 10 – Rp 15 miliar. 

“Pokoknya keseluruhan sampai dia running berproduksi itu di kisaran antara Rp 10 sampai Rp15 miliar. Itu di luar tanah loh,” ungkap Ahmad.

Ahmad menuturkan, pendirian IKON menjadi tahap keempat pemberdayaan masyarakat dalam skema phiantropreneurship. 

“Awalnya kami memberikan bantuan kebutuhan dasar, lalu pelatihan keterampilan kerja, dilanjutkan pendampingan usaha, dan sekarang kita kuatkan di tahap pengembangan industri komunal”.

BACA JUGA:Banjir Bandang dan Longsor di Humbang Hasundutan Sumut, 5 Warga Tewas dan 4 Hilang

BACA JUGA:PBNU Tegaskan Surat Pemberhentian Gus Yahya Sah, Isu Tanpa Stempel Hanya Teknis

Menurut Ahmad, hampir 1.000 warga Cirangkong direkrut menjadi anggota koperasi dan dilibatkan dalam ekosistem IKON Subang. 

“Mereka bekerja sebagai tenaga produksi setelah melalui pelatihan dan asesmen keterampilan, sementara koperasi bertugas menyortir dan menyeleksi buah sebelum masuk proses industry.

Sementara itu menurut H. Sumasna mengatakan, “IKON Subang merupakan bentuk hilirasi, dengan kita menjual produk olah akan berlipat menjadi 300 persen. 

Dengan kehadiran IKON ini sangat membantu sekali masyarakat petani nanas. Produk mereka diharapkan terserap. Tidak hanya menampung pada titik hilir, tapi juga di dampingi dalam aspek budidaya meskipun masyarakat telah berpengalaman”.

Sementara Bambang disela-sela kunjungannya berharap mudah-mudahan pertanian ini tidak hanya bergulir secara produk namun juga kesejahteraan masyarakat. 

Serta IKON Subang bukan hanya produksi olahan semata juga mendorong UMKM kerakyatan menjadi hal utama dalam mendorong ekonomi.

Kategori :